Hobi

Pria Ini Buat Game Roleplay Tentang Tahun Terburuk di dalam Kehidupannya

Ahmad Redho Nugraha

Posted on July 20th 2020

Ada banyak cara untuk mengatasi stres karena trauma. Salah satunya adalah dengan menceritakan kembali pengalaman traumatik dalam bentuk tulisan. Ada banyak novel yang ditulis berdasarkan pengalaman pahit penulisnya sendiri, salah satunya "You" yang kini menjadi salah satu serial Netflix paling populer. Tapi Russell Quinn, yang tidak pandai menulis, memutuskan untuk menuangkan kegalauannya lewat media yang lain.

Quinn menyebut tahun 2017 sebagai tahun terberat yang pernah dia lewati seumur hidupnya. Pada tahun itu, dia kembali dari Los Angeles ke Inggris untuk mengurus ibunya yang sakit, dan kemudian ditinggal pergi oleh ibu dan neneknya sekaligus pada tahun yang sama hanya dalam selang waktu satu bulan.

Quinn yang berusaha berdamai dengan kehilangannya pun kemudian mencari tahu tentang media katarsis yang tepat untuk menghilangkan rasa sedihnya. Menurutnya, banyak orang-orang kreatif di dunia ini yang menghadapi dukacita mereka dengan menulis novel. Dan karena Quinn lebih jago membuat game daripada menulis novel, maka dia pun memutuskan untuk membuat game roleplay berdasarkan pengalaman pahitnya di tahun 2017.

"Aku bukan novelis maupun pembuat film," ujar Quinn, "tapi aku sudah lama ingin membuat game, dan rasanya masuk akal jika aku menceritakan pengalamanku lewat medium yang paling aku kuasai."

Quinn mengaku jika proses pembuatan game yang ia garap dapat sangat "menguras tenaga". Dia bahkan sempat tidak tega menggambarkan sosok ibunya dalam game, dan menggantikan karakternya secara sementara dengan tabung berwarna pink. Quinn takut jika kematian ibunya justru akan menjadi makin nyata di hadapannya saat dia membuat karakter ibunya di game tersebut. "Aku sadar : itu bukan ibuku. Itu hanya sebuah aktor, sebuah avatar. Dari titik itulah aku mulai yakin jika aku lebih seperti sedang mengarahkan aktor yang berada di atas panggung."

Quinn mengatakan jika game tersebut kemungkinan baru akan dirilis pada 2022 mendatang dengan judul "Linda & Joan". Tapi sebagai bentuk pengenalan gamenya kepada para pemain, Quinn sudah terlebih dulu merilis versi beta sekaligus prekuel dari gamenya yang ia beri nama "Four Months Earlier" yang bisa dimainkan secara gratis untuk Windows, Mac dan iOS. Sesuai namanya, game prekuel ini menceritakan kisah empat bulan sebelum game "Linda & Joan" bermula. Melalui pilihan dialog yang muncul untuk karakter pemain, pemain dapat menentukan alur cerita seperti apa yang akan mereka lalui.

Berbeda dengan Four Months Earlier, Linda & Joan nantinya akan memiliki lebih banyak fitur dan quest dalam permainannya, seperti puzzle yang bisa dipecahkan.

"Semuanya akan berakhir dengan kematian dua orang, dan tidak ada cara untuk menghindarinya," terang Quinn. "Hal yang bisa diubah pemain hanyalah bagaimana cara mereka menghadapi kepergian tersebut, dan ini akan jadi semacam cermin (kehidupan). Jika ada seseorang dalam anggota keluarga yang terkenal diagnosis, maka tidak ada yang bisa diperbuat. Tapi masih ada beberapa bulan lagi di dalam game yang dapat dilalui oleh pemain, dan bagaimana kau melaluinya, akan berubah dari waktu ke waktu". (*)

Related Articles
Hobi
Riset: Selain Olahraga, Bermain Game juga Menyehatkan untuk Lansia

Hobi
Game of Thrones: The Tale of The Crows Dirilis untuk Platform Apple Arcade

Hobi
Versi Beta Game "Hary Potter: The Magic Awakened" Diluncurkan 29 Mei