Tech

Malware Baru di Android Intai Data di 377 Aplikasi, Bisa Curi Data Perbankan

Dwiwa

Posted on July 19th 2020

Para pengguna Android harus lebih waspada ketika melakukan pembaruan pada aplikasi di ponselnya. Sebab saat ini, sebuah malware baru yang diberi nama BlackRock Trojan tengah mengintai untuk mencuri data pada lebih dari 337 aplikasi populer termasuk Gmail, Tinder, dan Netflix.

Dilansir dari The Sun, malware ini menargetkan semua jenis aplikasi. Ini artinya aplikasi perbankan, kencan, hingga media sosial bisa disusupi oleh malware ini. Ancaman ini diungkap awal tahun lalu oleh perusahaan keamanan ThreatFabric.

Login adalah target utama dari penipuan tetapi juga bisa membuat kalian secara tidak sadar memberikan informasi pembayaran. Menurut laporan ThreatFabric, penipuan ini bekerja dengan menggunakan “overlay”, yang merupakan windows palsu yang terbuka di atas aplikasi yang sebenarnya.

Jika sampai malware ini menyusup ke dalam ponsel, peretas dapat membuat tampilan overlay yang terlihat meyakinkan ketika kalian membuka aplikasi. Penampilannya benar-benar terlihat serupa dengan layar login normal dan secara tidak sadar kalian bisa memasukkan informasi ke dalamnya.

Sebagian besar dari penipuan ini dikatakan fokus pada aplikasi perbankan dan media sosial, meski dapat menyusup ke berbagai aplikasi lain.

Malware ini tampaknya datang dari pembaruan Google palsu dari pihak ketiga. Ketika sudah di-instal, dia akan meminta ijin untuk dapat mengakses ponsel melalui fitur aksesibilitas. Dengan begitu, peretas bisa menggunakannya untuk mendapatkan akses secara leluasa ke dalam ponsel kalian.

Lalu bagaimana caranya agar terlindung dari malware ini? Waspada adalah kata kuncinya. Setiap kali ada pembaruan yang disarankan, kalian harus menelitinya terlebih dahulu apakah ini dari sumber resmi atau bukan. Jika ragu, sebaiknya abaikan saja.

Sementara itu, semenjak pandemi Covid-19 peretasan telah terjadi pada banyak aplikasi populer. Bahkan awal minggu ini Twitter dibuat heboh setelah akun-akun elit global yang bercentang biru berhasil diretas dan digunakan untuk melakukan penipuan Bitcoin.

So, jadilah pengguna gadget yang smart ya. Jangan pernah menggunakan aplikasi pihak ketiga di dalam ponsel untuk mengurangi kemungkinan adanya malware yang menyusup. (*)

Related Articles
Current Issues
Di Dark Web Ada yang Mengklaim Menjual 91 Juta Data User Tokopedia

Tech
Sejumlah Negara di Eropa Mulai Pakai Teknologi Pelacakan Covid-19 Google x Apple

Tech
Biar Nggak Jadi Korban Hacker, Lakukan Hal Ini di Semua Akun Kalian