Current Issues

Media China Klaim Batik Sebagai Budaya Negaranya, Yuk Cari Tahu Kebenarannya!

Kezia Kevina Harmoko

Posted on July 15th 2020

Jerome Polin, Tasya Kamila, dan Maudy Ayunda memakai baju batik!

Perdebatan mengenai budaya khas suatu negara seakan nggak ada habisnya. Baru-baru ini warganet dibuat murka dengan tweet salah satu media China, Xinhua News, yang menyatakan bahwa batik adalah warisan budaya milik negara mereka.

Keributan ini dimulai setelah Twitter @XHNews mengunggah video berdurasi 50 detik yang meliput budaya batik. Media tersebut menyebut bahwa batik adalah kerajinan tradisional asal daerah Guizhou dan Yunan, dua provinsi yang ada di negara China.

Pastinya hal ini menyulut reaksi pedas dari warganet. Sebelumnya budaya Indonesia memang sering jadi rebutan negara lain, mulai dari makanan rendang hingga tari-tarian.

Nah, sebenarnya gimana sih sejarah budaya tradisional satu ini? Simak di bawah ini.

KATA "BATIK"

Batik berkembang pada masa Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1800-an, terutama di Pulau Jawa. Berasal dari kata bahasa Jawa yaitu ‘ambatik’. Dilansir dari SCMP, menurut Dwi Woro Retno Mastuti, seorang dosen Universitas Indonesia, kata ‘amba’ berarti menulis. Lalu ‘titik’ artinya membuat corak dengan canting, alat yang digunakan untuk menampung lilin agar bisa dibuat motif.

Nah, batik sendiri merujuk pada teknik membuat motif menggunakan canting atau cap berisi malam (lilin), lalu mencelupkan kain pada pewarna, sehingga pewarna akan menyerap pada kain namun lapisan lilin akan hilang dan menyisakan pola yang dibentuk.

SEJARAH PEWARNAAN KAIN DENGAN LILIN

Sebenarnya, teknik menggambar pola dengan lilin ini sudah dikenal oleh beberapa negara lain sebelum Indonesia. Sebut saja Mesir pada abad ke-4 sebelum masehi, Tiongkok, India, dan Jepang pada abad ke-6.

Nah, ini yang bikin pendapat warganet makin beragam. Beberapa berasumsi bahwa Indonesia yang dulu adalah negeri jajahan bisa saja menyerap budaya dari penjajah. Namun batik sangat berkembang di daerah Jawa dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Lewat kebudayaan daerah yang berbeda, motif batik menjadi semakin beragam.

HARI BATIK

Tahun 2008 Indonesia mendaftarkan batik dalam daftar warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi UNESCO. Secara resmi diterima pada 9 Januari 2009, UNESCO memasukkan batik ke dalam tersebut pada 2 Oktober 2009. Jadilah setiap tanggal tersebut kita merayakan hari batik.

(ich.unesco.org)

Nah, dari ketiga poin di atas, gimana menurutmu? Kemungkinan besar negara selain Indonesia mengenal teknik membuat corak di atas kain dengan lilin terlebih dahulu, namun batik menjadi ciri khas Indonesia karena berkembang pesat dengan ciri khas corak dan budaya setempat.

Xinhua News sendiri sudah memberikan klarifikasi perihal tweetnya, menyatakan rasa terima kasih pada Kementrian Luar Negeri Indonesia.

 

Yuk tetap bangga dengan budaya kita, namun tetap berpikiran terbuka! (*)

Related Articles
Current Issues
Batik Kekinian ala Seleb dan Influencer ini Bisa jadi Inspirasi OOTD-mu

Current Issues
Keadaan Muslim Uighur dan Makna Foto Profil Perempuan dengan Tangan Merah

Current Issues
Kehidupan Warga Tiongkok Pasca Lockdown Bergantung pada Label Hijau Ini