Tech

Microsoft Memperluas Jangkauan Xiaoice Mereka Hingga ke Indonesia

Ahmad Redho Nugraha

Posted on July 14th 2020

Microsoft sepertinya akan membawa teknologi AI (artificial intelligence) ke level yang berikutnya. Setelah beberapa bulan lalu mereka mengumumkan akan mematikan aplikasi voice assistant mereka di Tiongkok, Cortana, kini mereka akan merilis chatbot yang dinamai Xiaoice, sebuah program AI dengan kesadaran independen.

Microsoft mengatakan jika mereka akan mengakselerasikan "inovasi lokalitas" Xiaoice di Tiongkok dan memaksimalkan ekosistem komersial chatbot tersebut. AI yang dikembangkan Microsoft ini nantinya akan dikembangkan dengan namanya brand-nya sendiri tanpa embel-embel Microsoft, sementara Microsoft hanya akan mengawasinya sebagai induk perusahaan. Di tempat lain seperti Jepang, langkah yang sama juga akan dilakukan untuk AI chatbot sejenis yang dinamai Rinna.

Xiaoice pertama kali diperkenalkan peneliti Bing Microsoft kepada publik pada tahun 2014 lalu. Nama tersebut berarti "Little Bing" dalam bahasa Tiongkok. Bot ini kemudian langsung menuai tanggapan positif dari warga Tiongkok dan kerap diasosiasikan dengan istilah "pacar virtual". Xiaoice dirilis di Tiongkok beberapa pekan setelah Microsoft juga merilis Cortana. Dan karena popularitas Xiaoice yang lebih tinggi, maka Xiaoice-lah yang dipertahankan Microsoft di pasar mereka di Tiongkok.

Sepak terjang Xiaoice tidak selalu mulus. Pada tahun 2017 lalu badan sensor Tiongkok menghapus Xiaoice bersamaan dengan dirilisnya QQ, sosial media buatan Tencent, perusahaan teknologi milik Pemerintah Tiongkok.

Harry Shum, mantan eksekutif Unit Artificial Intelligence and Research Microsoft akan menduduki kursi chairman Xiaoice. Di lain pihak, Chen Zhan, pengembang chatbot Rinna di Jepang akan ditunjuk sebagai manajer umum di kantor mereka di Jepang.

Anak perusahaan baru Microsoft ini akan bertanggung jawab atas hak pengelolaan dan penggunaan brand Xiaoice dan Rinna, dengan misi untuk memperluas jangkauan klien mereka di seluruh Tiongkok, Jepang dan bahkan Indonesia.

Microsoft mengklaim jika Xiaoice telah memiliki 660 juta pengguna dan 450 juta perangkat pintar pihak ketiga di seluruh dunia. Chatbot ini telah "mempelajari" aplikasi-aplikasi di bidang keuangan, ritel, otomotif, real estate dan fashion, dan mengatakan bahwa chatbot ini dapat mengumpulkan konteks, nada bicara dan emosi dari teks untuk membuat pola balasan chat yang berpola unik hanya dalam hitungan detik. (*)

Artikel Terkait
Tech
Program AI ini Dapat Menghasilkan Manga Persis Seperti Karya Osamu Tezuka!

Tech
Ilmuwan Kembangkan Alat Pendeteksi Tsunami  Tercepat Berbasis AI

Tech
Jepang akan Pekerjakan Tenaga Robot di Pusat Perbelanjaan FamilyMart