Tech

Like dan View Hilang, TikTok Diblokir di Amerika Serikat. Benarkah?

Ahmad Redho Nugraha

Posted on July 11th 2020


Fitur like dan view Instagram tiba-tiba rusak karena alasan yang tidak diketahui. Beberapa pengguna TikTok yang terdampak galat (kekeliruan.red) ini kehilangan jumlah view dan like mereka.

TikTok mengonfirmasi jika mereka kini tengah berusaha memperbaiki galat tersebut, tetapi mereka tidak menjelaskan apa masalahnya. Perusahaan ini mengatakan jika para pemilik akun TikTok akan dapat kembali memainkan TikTok dengan biasa setelah maintenance tersebut selesai.

Meski kesalahan teknis seperti ini bukan hal yang tidak biasa, namun masalah yang terjadi pada TikTok ini muncul bersamaan dengan terjadinya gesekan antara Pemerintah AS dan Tiongkok.

Pekan ini, banyak berita yang melaporkan jika AS tengah mempertimbangkan untuk memblokir TikTok dan seluruh sosial media buatan Tiongkok yang lain dari AS.

Hal tersebut disebutkan dalam pernyataan Mike Pompeo, sekretaris negara AS. Langkah yang dipertimbangkan AS ini sebelumnya telah lebih dulu diambil oleh India yang memblokir TikTok dan 58 aplikasi buatan Tiongkok yang lainnya.

Wall Street Journal melaporkan jika para pimpinan di perusahaan induk TikTok, ByteDance kini tengah berusaha untuk merestruktur model bisnis TikTok serta mendirikan kantor pusat di luar Tiongkok, demi menampik isu pemanfaatan data pengguna TikTok oleh Pemerintah Tiongkok.

Beberapa pengguna TikTok berteori jika TikTok tengah menyesuaikan algoritma platform mereka, mengingat kini fitur "For You" tampaknya tidak lagi mengampilkan konten-konten yang sesuai minat penggunanya setelah TikTok selesai melakukan maintenance. Teori ini masih belum bisa dikonfirmasi pada saat ini.

Isu pemboikotan TikTok di wilayah AS sudah berdampak kepada tren pengguna TikTok. Banyak pengguna TikTok yang berbasis di AS kini "hijrah" ke platform lain yang mirip TikTok, seperti Byte, Dubsmash dan Likee.

Aplikasi Byte bahkan langsung meloncat dari peringkat 210 dalam kategori social networking di App Store Amerika Serikat tanggal 5 Juli ke peringkat 1 dalam kategori sosial dan peringkat 1 dalam semua kategori pada saat ini. Semua itu diduga karena pengguna dari latar belakang generasi Z yang berpindah ramai-ramai dari TikTok ke Byte.

Setelah dimintai keterangan, juru bicara TikTok akhirnya memberikan komentar.

"Baru saja hari ini, beberapa pengguna aplikasi kami melaporkan masalah dalam hal notifikasi. Di mana terjadi error pada tampilan penghitung like dan view serta kegagalan saat membuka beberapa halaman yang ada di aplikasinya," jelas mereka.

"Masalah ini tampaknya terjadi karena adanya lonjakan traffic pengguna yang signifikan di wilayah server Virginia. Sehingga terjadi gangguan service. Kami sudah mengatasi masalah tersebut dan sedang menginvestigasi penyebabnya, kami akan memberikan update setelahnya." (*)

Artikel Terkait
Tech
Makin Sukses, TikTok Punya 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan

Tech
Tiongkok Punya Andil di Perusahaan Induk, Senat Desak Biden Blokir TikTok

Tech
ByteDance Tidak Sertakan Algoritma TikTok dalam Penjualan Asetnya pada AS