Current Issues

WHO Berjanji Lakukan Evaluasi Jujur Terkait Bagaimana Dunia Menangani Covid-19

Dwiwa

Posted on July 10th 2020

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan membentuk panel independen untuk meninjau kembali penanganan pandemi Covid-19 dan respon yang dilakukan oleh pemerintah.

Dilansir dari Reuters, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen John telah setuju memimpin panel tersebut.

"Besarnya pandemi ini, yang telah menyentuh hampir seluruh orang di dunia, jelas layak mendapatkan evaluasi yang sepadan, evaluasi yang jujur," jelas Tedros dalam pertemuan virtual bersama para diplomat.

Tedros menambahkan jika panel ini akan memberikan laporan sementara pada pertemuan tahunan menteri kesehatan pada November dan menyajikan “laporan substansif” pada Mei mendatang.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menuduh WHO terlalu dekat dengan Tiongkok dan tidak melakukan cukup banyak untuk mempertanyakan tindakan Beijing pada awal pandemi. Tuduhan itu ditolak oleh Tedros dan mengatakan jika agensinya selalu memberikan informasi pada dunia.

Amerika Serikat di bawah pimpinan Trump telah cukup lama bersitegang dengan WHO selama pandemi. Pada Mei silam, Trump menyebut jika negara pendonor terbesar WHO ini akan keluar dari organisasi kecuali ada reformasi nyata. Ancaman tersebut ditindaklanjuti dengan pemberitahuan mereka menarik diri mulai 6 Juli 2021.

Meski begitu, WHO menyebut jika pengumuman yang mereka berikan tidak terkait dengan pernyataan Amerika tersebut. Hal ini dikarenakan 194 negara anggota organisasi tersebut telah meminta dilakukan evaluasi tanggapan global pada Mei.

Lawrence Gostin, seorang profesor di Georgetown Law di Washington, D.C, mengatakan jika panel tersebut seharusnya tidak menjadi “pekerjaan orang dalam” yang dikendalikan negara yang dekat dengan WHO maupun kaki tangan dari apa yang disebutnya sebagai “teori konspirasi Trump”.

“Apa yang sangat penting adalah kami benar-benar memiliki ahli independen dari berbagai disiplin ilmu yang akan jujur dan berterus terang terkait situasi Covid-19. Apakah mereka akan meninjau tindakan Tiongkok, meninjau respon awal WHO terhadap Tiongkok, melihat sesuatu seperti ... kemampuan WHO memverifikasi secara independen laporan negara?” ujar Gostin kepada Reuters.

Kasus Covid-19 di dunia saat ini telah mencapai lebih dari 12 juta dan 548.429 diantaranya meninggal dunia. Amerika Serikat dan Brasil pun menjadi negara penyumbang kasus tertinggi. Sementara itu, Indonesia juga telah memecahkan rekor untuk jumlah kasus harian pada Kamis (9/7) dengan 2.657 kasus baru dan menjadi yang tertinggi semenjak kasus pertama diumumkan pada awal Maret lalu. (*)

Related Articles
Current Issues
WHO: Penularan Covid-19 Lewat Airborne Jadi Perhatian, Droplet Masih Paling Umum

Current Issues
Covid-19 Tembus SeJuta dalam 5 Hari, WHO Peringatkan Krisis Bakal Memburuk

Current Issues
Lonjakan Covid-19 Seminggu Terakhir Jadi Bukti Jika Kehidupan Normal Masih Jauh