Tech

Tinder Uji Coba Fitur Video Chat di Beberapa Negara, Termasuk Indonesia

Ahmad Redho Nugraha

Posted on July 9th 2020

 

Rabu (9/7), Tinder mengumumkan jika mereka mulai menguji coba fitur video chat pada aplikasi mereka di beberapa lokasi terpilih di dunia, termasuk Indonesia. Fitur video chat ini membuat para pengguna Tinder dapat melakukan "kencan virtual" via video chat.

Match, perusahaan induk Tinder sebelumnya pernah mengumumkan pada laporan keuangan kuartal pertamanya pada 2020 bahwa mereka akan membawakan fitur video chat ke platform mereka. Fitur ini merupakan bagian dari usaha mereka menghadapi pandemi Covid-19.

Semenjak pandemi melanda dunia, pertumbuhan jumlah pengguna Tinder memang mengalami penurunan. Di kuartal pertama 2020, Tinder mencatatkan sebanyak 6 juta subscriber, alias hanya bertambah 100.000 subscriber daari kuartal akhir 2020 lalu.

Pendapatan rata-rata per user (ARPU) Tinder juga hanya meningkat 2% yang bersumber dari produk dan fitur tambahan untuk para pelanggannya.

Match mengatakan jika sebelum pandemi, mereka sebenarnya sudah beberapa kali menguji coba fitur video, tetapi mereka tidak benar-benar melakukannya dengan serius. Pandemi mengubah kondisi mereka sekarang, terutama karena perubahan cara interaksi semua orang di dunia.

Fitur video chat kini menjadi pengganti bagi pilihan getting to know you yang sebelumnya menjadi solusi bagi pengguna Tinder yang merasa cocok dan ingin melanjutkan PDKT-nya ke tahap kopi darat.

Tinder juga membuka jaringan penggunanya melewati batas negara dengan fitur passport, sehingga platform mereka kini menjadi lebih seperti platform  social network, mirip media sosial.

Keputusan Tinder mengadopsi fitur video chat juga didorong oleh kondisi para pesaingnya yang menyediakan fitur video call, seperti Snapchat dan Bumble.

Selain itu, Facebook si raksasa media sosial juga berencana menambahkan fitur video call ke pengguna Facebook Dating karena pemberlakuan normal baru di seluruh dunia kini mengubah preferensi pengguna media sosial dalam berinteraksi dengan orang lain.

Fitur video chat Tinder cukup gampang digunakan. Saat kedua pengguna Tinder merasa match dan mengobrol via aplikasi, mereka dapat melangkah ke tahap PDKT berikutnya dengan sama-sama menekan ikon video.

Fitur video chat ini tidak akan bisa dibuka tanpa persetujuan kedua pihak. Tinder juga tidak berencana menginformasikan para penggunanya tentang cara kerja fitur baru ini, dengan tujuan agar diskusi dan PDKT para penggunanya terjalin dengan natural.

Pengguna fitur ini juga diwajibkan menyetujui atura-aturan dasar Tinder dalam menggunakan fitur yang dinamakan Face to Face ini, termasuk tidak menyertakan konten seksual dan pornografi, tidak melakukan pelecehan, kekerasan dan aksi ilegal lainnya selagi mereka berkontak.

Para pengguna juga harus menyepakati pedoman batas minimum usia. Setiap selesai melakukan video call, pengguna fitur ini akan ditanyai apakah mereka ingin menggunakan fitur Face to Face lagi, dan mereka bahkan dapat melaporkan pengguna fitur lain yang menurut mereka melanggar peraturan, jika diperlukan.

Dalam surveinya, Tinder menemukan bahwa dari sekitar 5.000 pengguna Tinder yang mereka amati, separuh darinya sudah menggunakan fitur ini dengan pengguna lain yang match dengan mereka.

Tinder juga mengemukakan bahwa 40% pengguna dari kalangan generasi Z menyatakan bahwa mereka lebih suka menggunakan fitur ini sebelum mereka benar-benar bertemu dengan pasangan match mereka di dunia nyata.

"Menghubungkan semua orang secara face-to-face kini menjadi sangat penting, dan fitur video chat kami merepresentasikan cara semua orang dalam mengenal satu sama lain lewat aplikasi, tanpa peduli jarak di antara mereka," tutur Rory Kozoll, kepala bagian trust and safety products Tinder.

Selain di AS dan Indonesia, fitur ini juga kini tengah diujicobakan di Perancis, Spanyol, Brazil, Australia, Vietnam, Korea, Taiwan, Thailand, Peru dan Cile. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Ini Media Sosial yang Berjaya dan Tumbang dalam Satu Dekade

Tech
Facebook Hadirkan Vanish Mode di Messenger dan Instagram

Tech
Bantu Kreator Konten, Instagram Uji Coba Fitur Chat Berbentuk FAQ