Interest

Nenek Moyang Dinosaurus Mungkin Berukuran “Kecil”

Dwiwa

Posted on July 8th 2020

(BBC)

 

Jika mendengar kata Dinosaurus, hal yang pertama terbersit di dalam otak kita pasti seekor hewan berukuran raksasa yang hidup jutaan tahun yang lalu. Tapi ternyata, sebuah penelitian baru mengungkap jika pada awalnya makhluk hidup yang sudah punah ini berukuran kecil.

Dilansir dari BBC, bukti ini berasal dari fosil kerabat dinosaurus yang ditemukan di Madagaskar yng hidup sekitar 237 tahun lalu dan hanya memiliki tinggi 10 cm.

Spesimen ini juga mungkin membantu memperjelas asal usul pterosaurus, reptil bersayap yang menguasai langit pada jaman dinosaurus. Penelitian ini muncul pada Proceedings of the National Academy of Sciences.

“Ada persepsi umum jika dinosaurus adalah raksasa. Tetapi hewan baru ini sangat mirip dengan keberagaman dinosaurus dan pterosaurus, dan ini sangat kecil,” ujar Christian Kammerer, salah satu penulis penelitian dari North Carolina Museum of Natural Sciences.

Spesimen yang diberi nama Kongonaphon kely atau “pembunuh serangga kecil”, ditemukan pada 1998 di Madagaskar oleh tim palaeontologi yang dipimpin oleh John Flynn dari American Mueseum of Natural History di New York.

Dinosaurus dan pterosaurus sama-sama berada dalam kelompok Ornithodira. Asal usul mereka, bagaimanapun, kurang dikenal karena hanya sedikit spesimen dari garis keturunan dekatnya yang ditemukan.

Kongonaphon bukan fosil hewan kecil pertama yang ditemukan yang memiliki kedekatan garis keturunan dengan pohon keluarga ornithodiran. Spesimen tersebut dianggap pengecualian terisolasi.

Secara umum, ilmuwan berpikir jika ukuran tubuh kecil mirip di antara archosaurus pertama, kelompok reptil yang lebih besar termasuk burung, buaya, dinosaurus non-unggas dan pterosaurus dan ornithodiran paling awal. Mereka kemudian dianggap telah menjelma menjadi ukuran raksasa dalam garis keturunan dinosaurus.

“Menganalisis perubahan ukuran tubuh sepanjang revolusi archosaurus, kami menemukan bukti kuat bahwa itu menurun tajam pada awal garis keturunan dinosaurus-pterosaurus,” ujar Krammerer.

Bentuk gigi pada Kongonaphon menunjukkan jika mereka memakan serangga. Pergeseran pada jenis makanan ini, yang dikaitkan dengan ukuran tubuh yang kecil, mungkin membantu ornithodirans awal bertahan hidup dengan menempati posisi yang berbeda dari kerabat mereka yang kebanyakan pemakan daging.

Penelitian ini juga menunjukkan jika bulu di atas kulit, mulai dari filamen sederhana hingga bulu, yang diketahui berada di dinosaurus dan pterosaurus dalam pohon ornithodiran, mungkin memiliki fungsi awal untuk mengatur suhu tubuh pada leluhur bertubuh kecil ini.

Hal ini karena menyimpan panas di tubuh kecil itu sulit dan pada Periode Triassic pertengahan-akhir, ketika hewan ini hidup, adalah masa saat iklim ekstrem. Peneliti berpikir ada perubahan suhu yang tajam di siang hari yang panas dan malam yang dingin. (*)

Related Articles
Current Issues
Inilah Tempat Paling Berbahaya yang Pernah ada di Planet Bumi Menurut Ilmuwan

Interest
Temuan Arkeologis Ini Buktikan Bahwa Spinosaurus Bisa Berenang

Tech
Ilmuwan Temukan Bukti Bahwa Antartika Pernah Dihuni oleh Katak