Entertainment

Banyak Film Tunda Perilisan, Berapa Harga yang Harus Dibayar?

Dwiwa

Posted on July 4th 2020

Pandemi virus corona telah membuat bioskop di seluruh dunia terpaksa harus ditutup demi mencegah penularan Covid-19.  Akibat penutupan ini, berbagai film Hollywood yang seharusnya sudah dirilis sejak beberapa bulan lalu terpaksa harus ditunda.

Film terkenal seperti Tenet karya Christopher Nolan telah mengalami dua kali penundaan dalam sebulan terakhir. Sementara Mulan live action telah ditunda tiga kali sejak bulan Maret lalu. Tren ini berpeluang untuk berlanjut jika kasus virus corona terus meningkat di seluruh negara dan membuat bioskop tetap ditutup.

Dalam dunia sebelum corona, penayangan perdana tidak akan mungkin seperti ini. Tetapi ketika bioskop mulai ditutup pada bulan Maret akibat pandemi virus corona, penayangan perdana film mulai dipindah menjadi tengah tahun atau pada 2021.

Tenet, Mulan, dan beberapa film lain berharap menjadi yang pertama menyambut penonton di bioskop saat dibuka kembali. Namun, jika jadwal penayangan ini terus ditunda, studio pada akhirnya berisiko membakar dolar dalam pemasaran mereka.

“Semua orang bermain permainan menunggu. Dengan film-film blockbuster, anggarannya sangat besar. Untuk bisa mengganti anggaran tersebut, mereka membutuhkan bioskop. Tetapi tidak ada tanda-tanda akan segera dibuka, jadi ini semacam situasi telur dan ayam,” ujar Eric Handler, seorang analis dai MKM Partner seperti dilansir dari Variety.

Para analis dan eksekutif menyebut jika Tenet dan Mulan dapat benar-benar merealisasikan jadwal tayang mereka pada 12 Agustus dan 21 Agustus, tidak akan banyak kerugian ekonomi yang diperoleh. Dana pemasaran mungkin lebih tipis untuk mengakomodasi beberapa minggu tambahan, tetapi secara keseluruhan masih cukup aman.

Namun nilai itu akan berubah jika penundaan terus dilakukan. Pada satu titik, studio harus memutuskan antara memperpanjang kampanye pemasaran dari yang seharusnya atau menghentikannya dan memulai kembali ketika sudah mendekati jadwal perilisan.

Menurut Variety, para eksekutif film secara pribadi memperkirakan jika menunda Mulan dan Tenet dalam beberapa minggu pada satu waktu berarti kehilangan USD 200 ribu hingga USD 400 ribu dalam biaya pemasaran. Biaya ini pada dasarnya bisa diabaikan oleh studio besar dalam skema besar peluncuran film baru.

Bergantung pada beberapa faktur, nilai tersebut bisa meningkat hingga di bawah USD 5 juta jika mereka melakukan penundaan tanpa pemberitahuan yang memadai. Ini karena sebagian besar upaya promosi dan iklan film berjalan dalam dua minggu sebelum rilis. Dan sejauh ini, jadwal perilisan telah berada di luar koridor itu.

Memasarkan film yang digadang-gadang sukses seperti ini, yang sering menghabiskan anggaran produksi antara USD 100 juta hingga USD 200 juta, adalah sebuah proposisi yang mahal di iklim apapun. Ini termasuk semuanya, mulai dari iklan TV 30 detik dan papan iklan hingga pertunjukkan perdana yang secara rutin menutup Hollywood Boulevard. Hal ini mulai dilakukan studio sekitar enam minggu sebelum film direncanakan rilis, beberapa bahkan lebih awal ketika waktu kompetitif seperti saat musim bioskop musim panas.

Namun berbagai cara tradisional ini tidak bisa dilakukan saat ini karena semua kegiatan yang dapat mengumpulkan masa harus dihentikan. Cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan memainkan trailer pada siaran langsung seperti kejuaraan NBA atau MLB sebagai iklan film. Tetapi dengan dihentikannya berbagai kejuaraan olahraga, pilihan ini juga tidak tersedia.

“Mustahil untuk membangun rencana pemasaran. Mengapa repot-repot mengamankan waktu iklan jika NBA atau MLB juga tertunda?” ujar analis LightShed Rich Greenfield. Meski begitu, biaya pemasaran mereka tidak lantas mengecil, hanya ditata ulang.

Media digital menjadi target yang paling realistis untuk saat ini dengan banyaknya orang yang terjebak di rumah dan berubah menjadi pecandu digital seperti TikTok, video game dan aplikasi lain. Trailer-trailer baru juga dirilis di Fortnite.

“Kalian melihat studio mencoba hal baru, trailer baru untuk Tenet diluncurkan di Fortnite. Ada kekhawatiran tentang seberapa cepat orang dewasa yang lebih tua akna kembali ke bioskot, jadi kalian harus memasarkannya pada milenial,” ujar Handler.

Tenet baru-baru ini mulai menggulirkan sumber daya pemasaran utama. Pemasar harus bekerja keras tidak hanya memperkenalkan, tetapi juga menarik penonton melalui thriller memukau yang diatur dalam dunia spionase internasional.

Berbeda dengan Mulan yang merupakan adaptasi live action dari kisah animasi Disney klasik. Orang sudah akrab dengan prajurit Tiongkok tersebut. Tetapi yang dikhawatirkan Mulan saat ini bukan hanya sekadar penyusup dari Utara.

Semenjak perilisannya di Amerika dibatalkan dua minggu sebelum target, Disney telah mengeluarkan sekitar setengah juta dolar untuk pemutaran perdana mewah di Los Angeles pada bulan Maret. Acara ini menjadi salah satu agenda Hollywood terakhir yang berlangsung sebelum semuanya ditutup akibat pandemi.

Related Articles
Entertainment
Mulan Live Action Ditunda (Lagi)

Current Issues
Disney Magic Kingdom Florida Bakal Dibuka Kembali Juli Nanti

Current Issues
Hollywood Siap Berproduksi Lagi, Syuting Adegan Tak Boleh Dekat-Dekat