Sport

Haruskah Mengenakan Masker Saat Berlari?

Tora Nodisa

Posted on July 3rd 2020

(Foto: Runnersworld)

Situasi kesehatan saat ini berkembang pesat. Terbaru, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi saran-saran untuk kita yang suka berolahraga lari. Apalagi di luar ruangan. Memakai masker menjadi syarat utama, karena penyebaran tanpa gejala kemungkinan besar bisa terjadi.

Meskipun pandemi coronavirus telah memengaruhi kehidupan sehari-hari untuk semua orang, untungnya kita masih memiliki opsi untuk berlari keluar, baik solo atau dengan kelompok kecil tergantung di mana Anda tinggal. Kalau berlari berkelompok syaratnya bisa menjaga setidaknya enam kaki antara Anda dan orang lain untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

Apakah Masker Penting saat Berlari?

Ketika kita mempelajari lebih lanjut tentang penyebaran virus korona, menurut WHO ada kemungkinan penyebaran tanpa gejala. Ini berarti Anda mungkin dapat menyebarkan virus ke orang lain tanpa mengetahui kita memilikinya, begitu pula sebaliknya. Orang lain yang terlihat sehat mungkin dapat menyebarkannya kepada kita.

Itulah sebabnya pedoman CDC merekomendasikan "penutup wajah (masker) tetap dipakai di tempat umum dan ketika berada di sekitar orang yang tidak tinggal di rumah kita."

"Bagi para atlet, dan bagi semua orang, situasi sekarang ini sangat serius. Dan, kita semua perlu mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan individu kita pada komunitas di sekitar kita. Termasuk menjaga semuanya, dengan memakai masker," kata Matt Ferrari Ph.D. , profesor biologi di Eberly College of Science, dan seorang peneliti dengan Center for Infectious Disease Disamics di Penn State.

Sebaiknya hindari rute berlari yang ramai. (Foto: Runnersworld)

Tujuan dari masker ini bukan untuk melindungi kita saja, tetapi untuk melindungi orang lain dari Anda, mengurangi risiko penyebaran tanpa gejala. Jika rute reguler yang biasa kita lewati ramai, maka sebaiknya memilih rute berbeda. Ini demi keselamatan kita dan keselamatan semua orang. Dan, jika kita tidak ingin memakai topeng saat berlari, maka harus menemukan rute di mana kita tidak bertemu orang lain, alias berlari sendirian di jalan sepi. Tetapi tetap membawa masker bila sewaktu-waktu harus berhenti untuk sekadar membeli minum di toko.

Penting untuk dicatat bahwa pedoman CDC merekomendasikan penggunaan penutup wajah (masker) kain, bukan masker bedah atau respirator N-95, yang harusnya untuk profesional kesehatan. Sebaliknya, masker kain ini dapat dibuat dari barang-barang rumah tangga seperti bandana, t-shirt, atau sarung bantal. Masker harus pas di hidung dan mulut, tidak disentuh setelah ditempatkan di wajah, dan dicuci atau dibuang segera setelah setiap kali digunakan. (*)

Related Articles
Lifestyle
Hoka One One Clifton Edge, Sepatu Lari Modern dengan Desain Unik

Interest
ASICS Rilis Masker Khusus Buat Kamu yang Hobi Lari, Ada Ventilasi Udaranya!

Interest
Merajanya Korean (Sheet) Mask