Lifestyle

Cara Membersihkan Masker dan Menjaga Kulit Wajah Tetap Aman

Kezia Kevina Harmoko

Posted on July 2nd 2020

(Dribbble)

 

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berlalu, kegiatan normal mulai kembali dijalankan untuk menjalankan roda perekonomian. Masker yang dulunya terasa asing kini menjadi benda wajib yang digunakan setiap kali keluar rumah demi menjaga diri dari paparan virus.

Masker memang sangat penting untuk melindungi diri kita. Dilansir dari Vogue, Kirsten Koehler, seorang ahli kesehatan publik menyatakan bahwa ketika kita berbicara, bersin, batuk, atau sekadar bernafas saja, kita mengeluarkan droplets yang mungkin saja membawa virus.

“Masker sangat penting untuk menghalau partikel droplets ini, apa lagi penderita Covid-19 ada yang tidak menunjukan gejala. Masker juga mengurangi partikel droplets yang mungkin saja terhirup,” katanya.

Masker yang baik harus menutup dengan rapat dan tidak longgar. “Kalau terlalu longgar, udara bisa masuk ke celah-celah dan partikel tidak akan terhalangi oleh kain.”

Mencuci Masker

Masker yang saat ini paling direkomendasikan untuk digunakan adalah masker kain. Masker jenis ini bisa dipakai berulang kali sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan masker sekali pakai. Karena berbahan kain, masker ini harus dicuci jika lembap atau sudah dipakai sekitar empat jam agar tetap efektif fungsinya.

Jika kita belum bisa langsung mencuci masker, selalu sediakan wadah tertutup untuk menampung masker kotor. Gunakan wadah yang tertutup rapat dan hindari plastik yang kurang kedap. Setelah bisa dicuci, langsung cuci masker. Koehler merekomendasikan untuk mencucinya dengan air hangat, baik dengan mesin cuci atau tangan.

Kalau dicuci dengan tangan, bersihkan masker dengan air dan sabun minimal 20 detik. Setelah itu bilas hingga benar-benar bersih dan keringkan. Pastikan masker benar-benar kering sebelum digunakan.

Masalah Kulit Karena Masker

Nah, masker yang menutup kulit wajah kita dalam waktu lama bisa saja menimbulkan masalah kulit tertentu. Menurut seorang profesor dermatologi bernama Andrew Alexis, penggunaan masker dalam waktu lama bisa mengakibatkan ruam karena suhu yang meningkat dan juga jerawat, tergantung pada material masker dan kedekatan masker tersebut dengan kulit.

“Memilih masker dengan bahan yang breathable seperti katun bisa membantu mengurangi keringat atau minyak wajah yang terperangkap. Atau bisa juga dengan secara rutin melakukan mask break alais melepas masker sejenak di tempat yang aman bisa membantu mengurangi potensi masalah kulit,” katanya.

Menjaga Kulit Tetap Sehat Walaupun Tertutup Masker

Untuk mencegah terjadinya iritasi, kulit kita harus dilapisi skin care terlebih dahulu. “Selalu gunakan pelembab wajah terlebih dahulu sebelum memakai masker. Langkah ini penting untuk mengurangi potensi iritasi,” jelas Alexis. Jika memungkinkan, cari pelembab dengan kandungan hyaluronic acid dan ceramides untuk efek lebih baik.

Gunakan juga pembersih wajah yang menghidrasi dan sebisa mungkin hindari make-up agar tidak menimbulkan jerawat. Penting juga untuk menggunakan sun screen atau sun block walaupun sebagian wajah kita tertutup masker. “Masker memang menutup wajah namun lapisan masker tidak anti cahaya UV sehingga penting untuk tetap melindungi kulit dengan tabir surya sebelum ke luar rumah.” (*)

Related Articles
Lifestyle
3 Masalah Umum Pakai Masker, Begini Cara Mengatasinya

Current Issues
Meski Pakai Masker, Jangan Lantas Abaikan Social Distancing. Ini Alasannya

Current Issues
Ingin ke Mall atau Kafe di Era New Normal? Ini Aturan yang Harus Dipatuhi