Lifestyle

Tips Enyahkan Kekhawatiran Dalam Waktu 5 Menit!

Kezia Kevina Harmoko

Posted on July 1st 2020

(Gillian Levine via Dribbble)

 

Di masa pandemi seperti sekarang kita memang dihadapkan dengan banyak ketidakpastian. Banyak masyarakat yang seluruh sisi kehidupannya terdampak coronavirus ini. Karena itu bukan hal yang aneh kalau kita merasa khawatir tentang apa yang akan terjadi dalam hidup.

Tapi sebenarnya rasa khawatir ini adalah sebuah fitur alami yang bisa membuat kita bersiap dalam situasi tersebut. Tapi kalau berlebihan, kita justru menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengkhawatirkan daripada mengantisipasi hal itu dan jadinya malah membuat keadaan mental kita terganggu.

Seperti kutipan dari film Fantastic Beast, “Worrying means you suffer twice!” alias hanya menambah penderitaan daripada menyelesaikannya.

Apakah mengkhawatirkan segala sesuatu membuat hal itu akhirnya lebih baik? Jawabannya pasti lebih mengarah ke “tidak”.

Dilansir dari artikel yang ditulis oleh psikolog asal New York bernama Kailey Spina Horan atau kerap disapa Dr K, untuk mengatasi kekhawatiran yang kita rasakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan. Menerima bahwa mengkhawatirkan suatu hal tidak akan membuat hal tersebut menjadi lebih baik.

Ada sebuah cara untuk mengatasi kekhawatiran tersbeut, salah satunya disebut Cognitive Behavorial Therapy (CBT) yang bisa kita lakukan dengan langkah sederhana. Gimana tuh caranya? Siapkan kertas sama alat tulis dulu.

 

1. Cari penyebab khawatir

Biasanya penyebab kita khawatir adalah pikiran-pikiran “gimana kalau…”.

Gimana kalau aku nggak bisa sekolah lagi?”

Gimana kalau aku tiba-tiba sakit?”

Gimana kalau aku nggak bisa lulus?”

Nah coba tuliskan semuanya pikiran tersebut.

 

2. Nilai tingkat kekhawatiranmu

Kalau sudah menuliskan apa aja yang bikin kita khawatir, berikan masing-masing pikiran tersebut nilai kekhawatiran atau emosi lain. Misalnya untuk “Gimana kalau aku nggak bisa lulus?” bernilai 90/100 anxiety.

 

3. Tuliskan pikiran negatif dan bayangan dari kekhawatiran tersebut

Biasanya orang yang merasakan kekhawatiran berlebih punya imajinasi yang aktif sehingga sering membayangkan skenario terburuk yang menambah khawatir. Tuliskan apa yang mungkin akan terjadi jika hal yang dikhawatirkan tersebut terjadi. Termasuk perasaan kita jika hal itu benar-benar terjadi, reaksi orang-orang, apa yang akan mereka bicarakan tentang kita, apa yang akan kita lakukan, dan lain-lain.

 

4. Cari bukti yang mendukung kekhawatiran tersebut

Mungkin terdengar memperburuk situasi, tapi Dr. K berpendapat bahwa langkah ini akan memunculkan peluang untuk kita berpikir kembali apa rasa khawatir kita benar-benar realistis atau tidak. Bukti-bukti yang mendukung harus fakta dan bukan asumsi diri sendiri ya.

 

5. Cari bukti yang tidak mendukung kekhawatiran tersebut

Di sini kita akan jadi seperti detektif nih. Cari tahu fakta tentang kekhawatiran yang kita rasakan, misalnya apa yang dikhawatirkan pernah terjadi sebelumnya? Seberapa sering? Mungkin kita akan menemukan bahwa apa yang kita khawatirkan nggak pernah terjadi sama sekali dalam hidup kita. Tulis juga mengkhawatirkan apa yang bisa kita lalui dan punya hasil yang bagus. Berikan juga nilai 0-100 kemungkinan hal tersebut bisa terjadi.

 

6. Coba pikirkan hal-hal yang lebih realistis dan seimbang

Daripada berpikir tentang skenario terburuk yang bisa (dan tidak bisa) terjadi, coba berpikir tentang orang tercinta atau teman dekat kita yang mengkhawatirkan hal yang sama. Di sini kita memanfaatkan kasih sayang untuk melawan bencana. Seberapa mungkin hal yang positif justru akan terjadi? Apa aku punya pengalaman baik tentang situasi atau kejadian ini? Apa aku pernah punya pengalaman baik bersama orang tersebut?

Pikirkan juga tentang seberapa penting hal yang kita khawatirkan ini jika kita bandingkan dengan seluruh masa yang sudah kita lalui? Lalu nilai apa energi yang kita habiskan untuk mengkhawatirkan hal ini sama pentingnya dengan hal tersebut di hidup kita? Worth it nggak sih segala kekhawatiran kita?

 

7. Nilai kembali tingkat kekhawatiranmu

Setelah menyelesaikan langkah-langkah di atas, kita bisa punya pemikiran yang lebih tertata tentang sebab-akibat kekhawatiran kita. Hal ini memberikan kita awalan untuk melawan pikiran negatif atau kekhawatiran tersebut daripada terus-menerus mempercayainya.

Tapi kalau langkah-langkah ini nggak menurunkan tingkat kekhawatiranmu, jangan salahkan diri kita sendiri. Terkadang kekhawatiran bisa sangat mengikat dan membuat kita sulit menemukan kemungkinan hal baik yang bisa terjadi. Coba bicarakan dengan orang terdekat untuk mendapatkan pandangan lain tentang apa yang kita khawatirkan! (*)

Related Articles
Lifestyle
5 Cara Memanfaatkan Kecemasan untuk Kebaikan Diri, Bisa Banget!

Lifestyle
5 Pertanyaan yang Harus Ditanyakan ke Diri Sendiri Saat Cemas Berlebihan

Entertainment
7 Cara Mudah Mengurangi Kecemasan dengan Imajinasi Kreatif