Korea

Banyak Part Sensitif, Drama 'It's Okay To Not Be Okay' Dikritik Warganet Korsel

Delima Pangaribuan

Posted on June 30th 2020

 
Bukan cuma penonton sinetron Indonesia aja kok yang suka berdebat soal tayangan di TV. Masyarakat Korea Selatan juga banyak yang rajin mengomentari tontonannya, apalagi kalau memuat adegan-adegan yang dirasa nggak sesuai dan melanggar kesopanan maupun aturan lembaga penyiaran mereka.
 
Kritikan warganet kini menghujani drama baru It's Okay To Not Be Okay. Drama yang diperankan Km Soohyun dan Seo Yeji ini sebenarnya mendapat sambutan antusias dari penonton. Soalnya drama ini mengangkat isu gangguan psikologis. Tapi, melansir Koreaboo, ada part yang rada mengganggu penonton, nih.
 
Yakni adanya adegan-adegan 'sensitif'. Beberapa bahkan bilang ini adegan yang nggak cocok ditonton anak di bawah umur dan menjurus ke pelecehan seksual. Beberapa adegan itu antara lain scene di ruang ganti perawat. Ditampilkan Seo Yeji memegang perut Kim Soohyun yang bertelanjang dada tanpa izin dan persetujuan si cowok.

 
Kemudian adegan Kwak Dongyeon yang hampir nggak pakai baju sama sekali. Walaupun bagian privatnya disensor, tetap saja penonton nggak nyaman. Apalagi kemudian disusul sama dialog Seo Yeji yang melecehkan bagian privat Kwak Dongyeon itu dengan kata-kata.
 
Nggak cuma itu, penonton juga merhatiin satu adegan di mana Seo Yeji dengan lantang berteriak ngajak Kim Soohyun tidur bareng. Di depan banyak orang di rumah sakit. Mungkin adegan ini nggak akan bermasalah kalau scene itu nggak terjadi di tempat umum yang banyak orang, dan kemungkinan ada anak kecil.
 
Terakhir, adegan di mana Seo Yeji bilang dia harus menjalin hubungan nggak senonoh sama seorang kritikus buku demi mendapat rating yang bagus buat bukunya. Kwak Dongyeon sendiri sempat ngomong soal 'Morning Sun Club' yang diduga terinspirasi dari kisah nyata 'Burning Sun Club' yang juga merupakan kasus pelecehan seksual.

 
"Semua adegan ini sungguh bermasalah. Aku gak paham masih ada orang yang mau mengikuti acara ini... Lihatlah betapa abainya kita sama isu pelecehan seksual," komentar seorang warganet seperti dikutip oleh Koreaboo.
 
"Aku gak kuat lihat semua pelecehan seksual ini dikemas dalam bentuk humor," komentar warganet lain.
 
"Aku pengen nonton drama ini karena ada Kim Soohyun tapi sepertinya sekarang aku harus mempertimbangkan ulang," cuit yang lain.
 
Sementara itu, tim produksi sendiri menyatakan bakal mendalami adegan per adegan yang bermasalah dan memastikan adegan selanjutnya lebih aman buat ditonton. Hingga saat ini, drama yang sudah tayang 4 episode itu mendapat rating rata-rata 6%. Gimana menurut kalian? (*)
Related Articles
Korea
Mengapa Rating Drama Korea Rendah di Negeri Sendiri, Tapi Berjaya di Netflix?

Korea
Menjelang Final, Produser 'It's Okay To Not Be Okay' Beri Hint Episode Terakhir

Korea
Drama 'It's Okay To Not Be Okay' Dapat Sanksi karena Dinilai Vulgar