Current Issues

Penyakit-Penyakit Ini Dapat Memperparah Covid-19. Cek Dulu Yuk

Dwiwa

Posted on June 28th 2020

Selama ini, mereka yang lanjut usia sudah dipastikan menjadi populasi yang rentan terinfeksi virus SARS-Cov-2. Namun berdasar panduan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada kelompok pengidap penyakit tertentu yang memiliki kerentanan serupa.

Dilansir dari CNet, CDC telah memperingatkan jika tidak hanya mereka yang berusia diatas 65 tahun saja yang rentan, namun seiring dengan bertambahnya usia, risiko juga meningkat. CDC juga memperbarui tentang penyakit bawaan apa saja yang dapat meningkatkan risiko keparahan akibat Covid-19.

Penyakit bawaan tersebut meliputi gagal ginjal kronis, penyakit paru obstuktif kronis (COPD), obesitas, kondisi immunocompromised atau sistem kekebalan melemah akibat transplantasi organ, kondisi jantung serius seperti gagal jantung dan penyakit arteri koroner atau kardiomiopati, penyakit sel sabit, dan diabetes tipe 2.

Berdasarkan catatan CDC, obesitas telah menjadi salah satu masalah yang cukup banyak dihadapi warga Amerika. Sekitar 40 persen penduduk dewasa Amerika mengalami obesitas. Dan keparahan akan semakin berat ketika penyakit bawaan yang dimiliki semakin banyak.

“Mengetahui siapa yang paling berisiko sakit parah membantu pengambilan keputusan terbaik untuk diri mereka, keluarga dan komunitas mereka. Ketika semua berisiko terkena Covid-19, kita harus waspada siapa yang rentan mengalami komplikasi parah sehingga bisa mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan mereka”, ujar Direktur CDC Robert Redfield dalam sebuah rilis.

Covid-19 telah menyebar luas di berbagai belahan dunia dan menginfeksi hampir 10 juta orang. Amerika pun tercatat sebagai negara dengan kasus terbanyak, yakni lebih dari 2,4 juta kasus menurut data dari John Hopkins University. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Peneliti: Stoking Nilon Efektif Jadi Bahan Tambahan Masker Kain

Current Issues
WHO Sebut Penularan Covid-19 oleh Orang Asimptomatik Jarang Terjadi

Current Issues
Peneliti MIT Sebut Jarak 2 Meter Masih Belum Aman dari Penularan Coronavirus