Current Issues

Vaksin Bukan 'Obat Ajaib' untuk Covid-19

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 27th 2020

Meski vaksin kerap dilirik sebagai jalan keluar total dari pandemi Covid-19, nyatanya vaksin saja tidak akan cukup untuk mengakhiri pandemi. Hal tersebut dikonfirmasi oleh para ahli virologi (virolog).

Robert Lambkin-Williams, virolog independen dari Virology Consult Ltd. mengatakan, saat ini belum ada bukti nyata bahwa antibodi yang melindungi seseorang dari Covid-19 akan mencegahnya dari terinfeksi Covid-19 lagi.

"Hal ini penting, karena kita tidak mengetahui apakah antibodi yang diproduksi akan berhasil," terangnya.

Bahkan jika vaksin tersebut terbukti berhasil, Lambkin-Williams mengingatkan bahwa saat ini terlalu banyak ekspektasi yang disematkan terhadap dampak positif yang dapat diperoleh dari vaksin.

"Vaksin tidak akan bisa menjadi penyembuh total. Kita belum pernah memiliki vaksin yang sukses dalam menghadapi tipe virus ini," terangnya.

"Kami akan menemukan vaksin yang bisa digunakan dalam beberapa tahun ke depan, tapi vaksin tersebut tidak sempurna dan perlu terus dikembangkan seiring dengan waktu."

Menurut WHO, saat ini terdapat kurang lebih 141 jenis vaksin virus korona yang telah diujicobakan di seluruh dunia. Sebanyak 16 di antaranya telah memasuki fase ujic oba klinis tingkat lanjut.

Karena ketidakpastian akan kemampuan vaksin dalam mengakhiri pandemi, Lambkin-Williams mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi panduan medis dalam memitigasi penyebaran Covid-19, seperti penggunaan masker, menjaga jarak antar orang di tempat publik dan membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun.

"Kita tidak bisa menekan aktivitas ekonomi secara terus-menerus. Hal tersebut berbahaya bagi perekonomisan dan semua orang secara individual, karena kesehatan mental adalah komponen yang penting dalam kesejahteraan publik. Kita harus belajar untuk hidup berdampingan dengan virus," katanya

Data dari Johns Hopkins University mengatakan, SARS-CoV-2 kini telah menginfeksi 9,6 juta orang dan mengakibatkan 500.000 kematian di seluruh dunia.(*)

Related Articles
Current Issues
Benarkah Plasma Darah Penyintas Covid-19 Dapat Mencegah Infeksi?

Current Issues
Dokter Italia Bilang Coronavirus Melemah, Benarkah?

Current Issues
Cegah Gelombang Kedua Covid-19, Jepang Cek Antibodi 10.000 Penduduknya