Current Issues

Afrika Selatan Segera Uji Coba Vaksin Temuan Mereka ke Manusia

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 27th 2020

Berbagai negara di dunia berlomba untuk menemukan vaksin Covid-19. Kali ini, Afrika Selatan lah yang yang mencoba 'tampil ke depan'. Universitas Witwatersrand (WITS), Johannesburg, Afrika Selatan mengumumkan, mereka akan melakukan uji coba vaksin temuan mereka ke manusia.

Vaksin yang mereka namai ChAdOx1-nCOV-19 dikerjakan atas kerja sama antara WITS dan Jenner Institute, Universitas Oxford. Penelitian vaksin mereka didukung oleh Departemen Kesehatan Pusat Riset Afrika Selatan (SAMRC). Dengan dana penelitian sebesar 150 juta Rand didukung oleh Bill and Melinda Gates Foundation.

Profesor Vaksinologi WITS Shabir Madhi mengatakan, Afrika Selayan saat ini masih berada di fase awal gelombang pertama pandemi. "Dan sangat mungkin kami akan menghadapi gelombang pandemi ini hingga sekitar 60 persen sampai 70 persen penduduk terinfeksi (Covid-19)," ujarnya.

Kasus Covid-19 pertama di Afrika Selatan dideteksi pada Maret lalu. Kini, jumlah kasus Covid-19 sudah mencapai 101.590 kasus, disusul penipisan perlengkapan tes Covid-19.

"Perhitungan kami menemukan bahwa setiap satu orang yang terinfeksi virus ini akan menginfeksi dua hingga tiga orang lainnya. Dan begitulah seterusnya hingga 15 siklus. Jika dikalkulasikan maka jumlah orang yang terinfeksi menjadi ribuan," timpal Madhi.

Menurutnya, perlu dilakukan intervensi medis untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, dan vaksin adalah solusinya. Madhi juga mengatakan sekitar 60 persen - 70 persen penduduk akan membutuhkan imunitas terhadap Covid-19 lebih cepat dari seharusnya.

Jika penggunaan vaksin dapat mengurangi rasio reproduktivitas efektif menjadi satu orang, atau dengan kata lain, setelah 70 persen penduduk Afrika Selatan imun terhadap Covid-19, setiap orang yang terinfeksi Covid-19 kemungkinan hanya dapat menularkan Covid-19 ke satu orang saja.

Lebih dari 100 jenis vaksin kini tengah dikembangkan lembaga riset dan kesehatan di seluruh dunia. Lima di antaranya kini tengah memasuki tahap uji coba terhadap manusia. Termasuk vaksin gagasan WITS dan Jenner Institute.

"Kami akan menguji apakah vaksin ini terbukti melindungi seseorang dari Covid-19. Vaksin ini tidak akan membuat seseorang terinfeksi Covid-19," terangnya. Jika uji coba tersebut berhasil, vaksin mereka kemungkinan akan siap digunakan pada September atau Oktober 2021 mendatang.(*)

Related Articles
Tech
Ghana Manfaatkan Teknologi Drone untuk Antar Hasil Tes Covid-19

Interest
Imigran Afrika Gotong Royong Kumpulkan Makanan Sehat untuk Warga Italia

Current Issues
Penanganan Covid-19 Menyebabkan Obat Penyakit Lupus Langka. Kok Bisa?