Current Issues

Kasus Positif Covid-19 Pada Anak Muda Meningkat Drastis di Amerika

Dwiwa

Posted on June 26th 2020


Kasus Covid-19 di Amerika Serikat masih menjadi yang paling tinggi di seluruh dunia. Meski begitu, beberapa negara bagian telah memutuskan untuk mulai memberlakukan new normal. Toko, bar, restoran pun sudah mulai kembali beroperasi.

Namun seiring pembukaan ini, jumlah kasus Covid-19, khususnya pada kaum muda meningkat dengan cepat. Ini tentu bukan kabar baik, karena selain membahayakan diri mereka sendiri, juga bisa mengancam orang-orang lebih tua yang ada di lingkungan mereka.

Dilansir dari AP, di Oxford, Mississipi, pesta persaudaraan musim panas memicu terjadinya outbreak. Di Kota Oklahoma, aktivitas gereja, kelas kebugaran, pernikahan, dan upacara pemakaman menyebarkan infeksi pada orang-orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an.

Di kota perguruan tinggi Iowa, peningkatan terjadi setelah bar dibuka. Sebuah kluster hangout di dekat Louisianan State University memicu setidaknya 100 pengunjung dan pegawai positif Covid-19. Di East Lancing, Michigan, outbreak yang terjadi terkait pub telah menyebar pada 34 orang berumur 18 hingga 23 tahun.

Di kota-kota tersebut dan negara bagian seperti Florida, anak-anak muda mulai kembali bepergian keluar rumah. Banyak dari mereka tidak mengenakan masker dan disebut para ahli kesehatan sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

“Virus tidak berubah. Kita yang mengubah perilaku. Anak-anak muda lebih mungkin untuk keluar dan mengambil risiko,” ujar Ali Mokdad, profesor ilmu metrik kesehatan di Universitas Washington di Seattle.

Di Florida, anak muda berusia 15 hingga 34 tahun menempati 31 persen dari total kasus, naik dari 25 persen di awal Juni. Minggu lalu, lebih dari 8 ribu kasus baru pada kelompok usia tersebut telah dilaporkan, dibandingkan dengan sekitar 2 ribu orang berusia 55 hingga 64 tahun. Para ahli mengatakan fenomena ini tidak dapat dijelaskan sebagai  hasil dari pengujian yang lebih banyak.

Pejabat terpilih seperti gubernur Florida berargumen menentang pembatasan kembali, mengatakan jika banyak dari infeksi baru terjadi pada anak muda dan mereka sehat. Tetapi anak muda pun memiliki kemungkinan pada infeksi parah dan kematian.

Dalam sepekan terakhir,  dua remaja berusia 17 tahun telah meninggal dunia akibat virus corona di Florida. Pihak berwenang khawatir jika orang-orang yang lebih tua,yang lebih rentan terhadap virus, akan menjadi yang berikutnya.

“Orang-orang berusia 18 hingga 50 tahun tidak hidup dalam sebuah gelembung. Mereka adalah anak dan cucu dari orang yang rentan. Mereka mungkin berdiri di dekat kalian saat pesta pernikahan. Mereka mungkin melayani kalian saat di restoran,” ujar Walikota Oklahoma David Holt.

Selama berbulan-bulan, orang tua lebih banyak yang didiagnosis dengan virus tersebut.Namun angka dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit  menunjukkan jika setelah Amerika Serikat kembali dibuka, data berbalik, dengan orang berusia 18 hingga 49 tahun dengan cepat menjadi kelompok usia yang paling banyak didiagnosis dengan kasus baru.

Peningkatan kasus pada usia muda mungkin tidak sepenuhnya karena pembukaan kembali teepai juga bisa mencerminkan semakin luasnya tes pada kaum muda yang kurang sakit. Namun sejak Mei, orang dewasa muda telah mendapatkan hasil tes positif lebih banyak dibanding orang yang lebih tua.

Padahal pada akhir Maret dan April, kasus positif tertinggi pada orang-orang diatas 65 tahun. Namun dalam sbeulan terakhir, sekitar 7 persen tes dilakukan pada orang berusia 18 hingg 49 tahun dan mendapatkan hasil positif.. Jumlah ini sekitar 2 persen diatas kelompok yang lebih tua.

Di tengah lonjakan, kota-kota di Florida dan wilayah lain mengharuskan orang untuk menggunakan masker sebelum kembali berbisnis. Sebuah bar populer di Orlando terpaksa ditutup kembali karena lebih dari 40 orang yang kesana dinyatakan positif.

Meski terjadi di Amerika Serikat, namun ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita yang ada di Indonesia mengingat kasus di negeri ini juga masih mengalami peningkatan kisaran seribu kasus Covid-19 baru setiap hari.

Meski kehidupan new normal mungkin sudah mulai diujicobakan, tidak berarti jika kalian bisa serta merta bebas untuk kembali nongkrong seperti dulu. Sebelum memutuskan untuk nongkrong atau kongkow di satu kafe atau tempat lain, pastikan terlebih dahulu jika tempat tersebut mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Jangan lupa juga kalian tetap harus melakukan social distancing, mengenakan masker, dan selalu menjaga kebersihan diri. Mungkin saja kalian tidak sakit saat tertular Covid-19. Tetapi virus yang kalian bawa tetap bisa menular ke orang lain, termasuk keluarga kalian yang lebih tua seperti ayah, ibu, kakek, dan nenek yang lebih rentan. (*)

Related Articles
Current Issues
Orang Amerika yang Sudah Divaksin Bisa Lepas Masker tapi Dengan Syarat Ini...

Current Issues
Lonjakan Kasus Covid-19 Menunjukkan Anak Muda Tak Boleh Abai

Current Issues
New Normal di Dunia Penerbangan. Begini Tata Laku yang Harus Diperhatikan