Tech

Facebook Rilis Beta Version "Forecast", Aplikasi "Peramal Masa Depan"

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 24th 2020

Ketidakpastian masa depan adalah tantangan utama perusahaan teknologi. Dalam perkembangan teknologi yang cepat di masa sekarang, kegunaan sebuah produk teknologi sangat mungkin tergantikan oleh produk lain, atau bahkan hilang sama sekali karena tidak lagi dibutuhkan.

Seolah untuk mengatasi hal tersebut, tim riset dan pengembangan Facebook, NPE Team, kini meluncurkan Forecast, sebuah aplikasi crowd-sourced dimana para penggunanya dapat mengajukan pertanyaan, lalu menggunakan poin-poin in-app yang ada untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Aplikasi yang baru dirilis untuk iOS ini juga memperbolehkan penggunanya untuk membuat prediksinya sendiri, serta melihat dan mendiskusikan prediksi masa depannya tersebut dengan pengguna yang lain.

Pada tahap awalnya, Forecast hanya bisa digunakan oleh pengguna yang "diundang" langsung oleh Facebook di wilayah AS dan Kanada. Mereka dapat membuat prediksi dan mendiskusikannya di Forecast selama masa uji coba versi beta aplikasi tersebut. Hasil diskusi mereka tersebut kemudian dapat diakses dan dibagikan lewat situs Forecast.

Sebelumnya, Facebook telah terlebih dahulu mengujicoba penggunaan Forecast dengan tim internal mereka. Prediksi-prediksi pertama yang mereka buat akan menjadi konten inti dari aplikasi tersebut saat versi betanya diluncurkan di kemudian hari.

Kini, Facebook akan mengundang para pekerja berlatar belakang kesehatan, riset dan akademik untuk membuat prediksi mengenai Covid-19 dan dampaknya terhadap dunia di masa mendatang.

Forecast adalah cara baru Facebook untuk melawan penyebaran berita palsu, misinformasi dan teori-teori konspirasi yang marak menyebar di platform mereka.

Dengan Forecast, Facebook dapat mengatasi semua berita simpang siur dengan prediksi lain yang lebih teruji secara ilmiah karena dilontarkan langsung oleh para ahlinya. Fokus utama Facebook saat ini adalah segala yang berkaitan dengan Covid-19.

Forecast akan merangkum hipotesis para ilmuwan dan peneliti menjadi sebuah prediksi. Aplikasi ini membiarkan para penggunanya membuat sebuah prediksi dan menjelaskan alasannya yang berupa hipotesis ilmiah.

Aplikasi ini kemudian akan melacak jumlah vote yang diberikan orang lain terhadap suatu pertanyaan.

Misalnya, ketika seseorang mengajukan pertanyaan "Kapan sukarelawan vaksin Covid-19 akan melewati tahap ujicoba ketiga?" tim Forecast akan menyortir pertanyaan tersebut, mengeditnya menjadi lebih jelas jika perlu, kemudian orang yang menanyakan pertanyaan tersebut akan diberitahu jika pertanyaannya dipublikasikan di Forecast.

Pertanyaan tersebut kemudian akan diberi label settled (beres) jika sudah melewati suatu periode waktu, atau jika peristiwa yang ditanyakannya sudah terlewat. Misalnya, jika sukarelawan vaksin Covid-19 sudah melewati tahap ujicoba ketiga, maka pertanyaan tersebut berubah status menjadi settled.

Hasil polling Forecast akan ditampilkan dalam bentuk grafik yang dapat dibagikan ke luar aplikasi tersebut, termasuk Facebook, dan disinilah Forecast berperan untuk melawan hoax dan berita bohong yang menyebar di sana.

Forecast, menurut Facebook, dapat menjadi jalan alternatif bagi diskusi produktif para pengguna Facebook yang terlalu panjang dan detil untuk dijabarkan pada kolom komentar, mengingat kolom komentar dapat menjadi tempat terjadinya aktivitas trolling, perdebatan, cekcok dan hal-hal lainnya yang membelokkan arah diskusi.

Dengan menghimpun para ahli bidang-bidang tertentu di Forecast, perdebatan tersebut dapat menjadi lebih terarah dan berkesimpulan.  

Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan di Forecast akan disortir ulang berdasarkan panduan dan standar komunitas Facebook, sehingga pertanyaan tersebut tidak boleh menyebutkan soal kematian atau pelecehan seksual siapapun, termasuk tokoh publik. Selain itu, pertanyaan bernuansa hate speech juga tidak diizinkan, beserta hal-hal yang berkaitan dengan informasi pribadi orang lain. (*)

 

Related Articles
Tech
Melunak, WhatsApp Tunda Pemberlakuan Kebijakan Data-sharing Baru

Tech
Rilis iOS 13.5, Kini Pengguna iPhone Bisa Tetap Pakai Masker Saat Akses Face ID

Tech
Facebook Kini Muncul dengan Tampilan Baru untuk Versi Desktop