Entertainment

Mampukah TikTok Menopang Karir Para Musisi yang Lagunya Viral?

Kezia Kevina Harmoko

Posted on June 23rd 2020

 

Aplikasi video singkat TikTok kini sudah menjadi media sosial yang sangat besar dan digunakan banyak orang. Konsep video dengan gerakan simpel dan lagu yang catchy mampu mencuri hati pengguna aplikasi ini hingga memiliki lebih dari 800 juta pengguna harian.

Nggak jarang, TikTok secara tidak langsung mempromosikan sebuah lagu sampai lagu tersebut jadi booming banget. Sebut saja artis seperti Lil Nas X. Pernah dengar dong lirik “I’m gonna take my horse to the old town road, I’m gonna ride ‘til I can’t no more”? Lagu berjudul Old Town Road ini menjadi salah satu lagu andalan di TikTok dan berhasil juga meraih posisi di tangga lagu Billboard karena ketenarannya.

 

 

Sempat menuai kontroversi karena lagu miliknya digunakan oleh TikTok, Lil Nas X memberikan pendapatnya. Dilansir dari Time, ia tidak setuju kalau TikTok harus memberikan kompensasi pada dirinya karena menggunakan lagu Old Town Road.

Justru rapper satu ini berkata, “Mungkin aku yang seharusnya membayar TikTok.” Gak bisa dipungkiri memang kalau TikTok punya andil besar terhadap karir seorang Lil Nas X.

Bukan hanya Old Town Road yang menjadi booming setelah ramai di aplikasi asal Tiongkok ini. Sebut saja Roxanne milik Arizona Zervas, Dance Monkey karya Tones and I, Deathbed dari Powfu, Sunday Best dari Surfaces, Falling karya Trevor Daniel, hingga Yellow Hearts dari Ant Sanders dan masih banyak lagi.

Walaupun terkadang bukan lagu dengan versi asli atau hasil remix yang digunakan di TikTok, tetap saja para pemilik lagu menerima dampak positif atas karyanya.

Lagu Indonesia seperti Bentuk Cinta milik Eclat atau yang sempat mendunia seperti Bagaikan Langit karya Melly Goeslaw juga sangat booming di TikTok. Lagu EDM dengan sentuhan tradisional, Lathi karya Weird Genius juga meramaikan TikTok dengan tagar #LathiChallenge.

Namun, apakah ketenaran instan di TikTok ini bisa bertahan lama dan membantu karir pemilik lagu? Tentunya perlu upaya keras dari sang musisi untuk menjaga ketenaran tersebut agar para pendengar baru bisa tetap setia.

Semakin banyak penggemar yang bisa dijaring maka semakin besar pula peluang musisi tersebut terkenal. Ketenaran ini bisa membawa keuntungan, misalnya dari hasil monetize aplikasi musik atau penjualan merchandise.

Mary Rahmani, direktur konten musik dan kerja sama artis untuk TikTok di Amerika Utara memberikan pendapatnya. Menurutnya, ketika sebuah lagu sedang tenar di TikTok, musisi yang memilikinya harus aktif berinteraksi dengan konten yang menggunakan lagu tersebut, baik di aplikasi TikTok atau media lain.

“Ketika sebuah lagu mendapatkan momentum, hal pertama yang kami sarankan adalah bagikan konten TikTok di media sosial yang dimiliki para artis tersebut,” katanya. “Tetap konsisten dan bangun hubungan dengan fans baru. Kami sangat mendorong para artis untuk aktif agar bisa berkembang dan punya jangkauan yang lebih luas,” lanjutnya.

Isabel Quinteros, manajer senior bagian relasi seniman dan kerja sama music juga berpendapat serupa. “TikTok memberikan peluang untuk para musisi agar bisa berhubungan dengan khalayak luas. Hal ini bisa diwujudkan dengan upaya berhubungan dengan penggemar yang konsisten dilakukan dan terus menjaring penggemar baru,” katanya.

Sayangnya kekuatan TikTok untuk memopulerkan sebuah karya ini juga bisa berdampak negatif. Terkadang musisi lagu tersebut kesulitan untuk menampilkan bakat mereka di luar aplikasi TikTok. Hal ini menyebabkan beberapa musisi berusaha keras untuk tetap memiliki ketenaran di TikTok namun juga menghindari julukan sebagai “artis TikTok”.

“Aku ingin orang-orang mengetahui lebih banyak dari diriku yang sebenarnya. Aku merasa mereka belum tahu itu,” kata Ant Sanders, penyanyi Yellow Hearts. “Aku nggak mau dikenal sebagai artis yang nggak sengaja terkenal. Aku mau menunjukkan kalau aku bukan hanya kebetulan semata,” lanjutnya.

Grup music Surfaces telah merilis dua album dan sudah menyelesaikan beberapa tur musik sebelum Sunday Best jadi viral. “Para fans kami banyak yang berkata, ‘Wah, Surfaces bukan rahasia kami lagi.’ TikTok sudah membuat kami jadi artis yang mainstream (bukan underrated lagi).” (*)

 

 

Meneruskan karir bermusik mereka, Surfaces merilis Learn To Fly dengan legenda music rock, Elton John pada 12 Juni lalu. Ini menunjukkan bahwa mereka bisa keluar dari ketenaran TikTok dan tetap berkarya, namun julukan “artis TikTok” tentunya tidak mudah dilepaskan.

 

 

“Aku merasa aku punya banyak ide bermusik,” kata Ant Sanders. “Aku juga bisa menghasilkan karya original dan aku mau orang-orang melihat aku sebagai musisi sungguhan.”

Artikel Terkait
Entertainment
Flash Back Dulu! Nih Deretan Tren TikTok Viral dari Januari sampai Desember 2020

Entertainment
‘Lathi Challenge’ Ramai di Dunia Maya, Lagu EDM Indonesia Memang Keren Banget!

Entertainment
Keren! Kepopuleran Lathi Bikin Weird Genius Nampang di Time Square New York