Current Issues

Apa Dampak Jangka Panjang Jika Terinfeksi Covid-19?

Dwiwa

Posted on June 19th 2020

Selain berusaha menemukan vaksin dan obat penangkal Covid-19, para ilmuwan masih terus bekerja untuk lebih memahami virus corona. Salah satunya, efek jangka panjang jika seseorang terjangkit penyakit yang ditemukan pertama kali di Wuhan, Tiongkok itu. 

Dilansir dari The Indian Express, lama waktu sembuh dari satu individu dengan individu lain pun tidak sama. Ada yang sembuh dalam beberapa minggu, tetapi ada juga yang butuh waktu hingga lebih dari sebulan. Semua tidak bisa disamaratakan.

Orang-orang yang mengalami efek jangka panjang biasanya merasakan kelelahan, sakit kepala, kecemasan dan kelelahan otot yang dapat berlangsung selama beberapa minggu lebih lama. Sementara untuk pasien yang membutuhkan perawatan intensif, termasuk yang membutuhkan ventilator atau menjalani dialisis ginjal, dapat mengalami masalah yang lebih serius.

Orang-orang yang mengalami pneumonia dapat memiliki jaringan parut pada paru-paru. Selain itu, peradangan jantung, detak jantung yang tidak normal, dan memburuknya fungsi ginjal dan hati juga turut dilaporkan. Meski begitu, masih terlalu dini untuk mengetahui apakah ini akan menjadi permanen atau sementara.

Pasien yang cukup lama menjalani perawatan intensif terkadang mmasih membutuhkan terapi oksigen ataupun dialisis ketika sudah di rumah. Beberapa juga mengalami kondisi yang disebut post-intensive care syndrome yang meliputi kelemahan otot dan masalah memori. Ini bisa terjadi setelah masa kritis dan mungkin berkaitan dengan sedasi dan lamanya di tempat tidur selama dirawat.

Gumpalan darah juga bisa muncul selama dan setelah infeksi Covid-19 dan terkadang menyebabkan stroke. Bahkan dalam kasus yang kurang serius, pengencer darah diresepkan dan diperlukan perubahan gaya hidup untuk menurunkan risiko pendarahan.

Meski begitu, dokter Thomas McGinn dari Feinstein Institute for Medical Research di New York, yang terlibat dalam penelitian Covid-19 terbesar di Amerika mengatakan jika sebagian gejala yang muncul sepertinya akan hilang. “Ini hanya soal waktu. Beberapa pasien mungkin lebih lama dari yang lain,” ujarnya. (*)

Related Articles
Current Issues
Meski Pandemi Bikin Kesepian, Tetapi Beberapa Persahabatan Tumbuh Lebih Kuat

Current Issues
Selain Kehilangan Bau dan Rasa, Pendengaran Terganggu Juga Menjadi Gejala Covid?

Current Issues
Musim Hujan Datang, Wajib Makin Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan