Current Issues

Droplet Ternyata Bisa Menembus Masker. Begini Penjelasannya

Dwiwa

Posted on June 18th 2020

Berbagai penelitian telah menunjukkan jika penggunaan masker sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus corona. Masker yang digunakan pun tidak harus N95 ataupun masker medis yang banyak dibutuhkan oleh tenaga kesehatan. Menggunakan masker kain yang bisa dibuat sendiri di rumah pun sudah cukup efektif.

Namun, bagaimana jika ternyata alat pelindung diri yang kita gunakan justru bisa berpotensi menjadi sumber infeksi? Dilansir dari BESTLIFE, baru-baru ini sebuah penelitian menemukan jika meskipun masker efektif untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, batuk berulang dapat membuat masker menjadi kurang aman.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Nicosia di Cyprus ini menggunakan model komputer untuk memperlihatkan sebarapa jauh droplet dapat menembus masker ketika batuk. Bahkan selama batuk ringan sekalipun, droplet dapat terlempar hingga tiga kaki atau sekitar satu meter.. Menurut penelitian tersebut hal ini dikarenakan tekanan udara yang menumpuk ketika batuk.

“Meskipun masker menurunkan risiko penularan melalui droplet, kita tidak boleh mengabaikan jika beberapa droplet dapat ditransmisikan melalui masker. (Mereka) tidak dapat menyediakan perlindungan menyeluruh dari penularan airborne droplet. Karena itu, social distancing tetap penting ketika menghadapi pandemi yang berkembang,” jelas para peneliti melalui tulisan.

Para penulis penelitian juga mencatat jika droplet yang bisa terlempar paling jauh, berukuran lebih kecil. Tetapi masih belum ada konsensus ilmiah tentang apakah ukuran droplet dapat membuatnya menjadi kurang menular.

Meski begitu, masker tetap disarankan untuk dipakai. Masker bisa membuat kita lebih aman dibanding tidak mengenakan perlindungan apapun.  Jika masker digunakan bersama  face shield, perlindungan bisa ganda. “Tanpa masker, droplet dapat berpindah dua kali lebih jauh,” jelas mereka.

“Kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk memperlambat penyebaran virus. Masker tidak boleh memberikan rasa aman palsu pada siapapun. Ini tidak memberimu ijin untuk mengadakan pertemuan sosial. Ini anya cara untuk membantu mengurangi sejumlah kecil penularan yang terjadi di tempat umum,” jelas dokter Joseph Vinets, spesialis penyakit infeksi kepada Yale Medicine. (*)

Related Articles
Current Issues
Tips Makan di Restoran Selama Pandemi dari Peneliti CDC Amerika Serikat

Current Issues
Mau Pesta Saat Pandemi Covid-19? Yuk Simak Panduan WHO Berikut ini

Current Issues
Please Pakai Masker! Pinta Penyintas Covid-19 yang Belum Bisa Hidup Normal