Tech

Grab Indonesia : Batalkan Pesanan Selama New Normal Tidak Didenda

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 16th 2020

Beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, kini sudah mulai memasuki masa normal baru pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Layanan transportasi publik, termasuk ojek online pun sekarang mulai beroperasi kembali dengan beberapa penyesuaian.

Perusahaan transportasi online, Grab, melalui GrabProtect memperkenalkan protokol baru dalam berkendara yang disesuaikan demi keselamatan penumpang dan pengendara selama pandemi Covid-19.

Peraturan baru tersebut berangkat dari hasil survei pengguna ride-hailing di enam negara Asia Tenggara, dimana penggunaan masker, penyediaan hand sanitizer dan melakukan disinfeksi di permukaan mobil sebelum melakukan perjalan terbukti efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Regional Head of Operations Grab Russell Cohen menyatakan jika penggunaan masker saat berkendara bersama Grab harus dipenuhi baik oleh pengendara maupun penumpang. Jika salah satu pihak dalam sebuah transaksi GrabBike atau GrabCar tidak mengenakan masker, maka pembatalan perjalanan boleh dilakukan.

"Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra pengemudi dan penumpang dapat membatalkan pemesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai, dengan memilih "pengemudi atau penumpang tidak memakai masker (driver/passengers did not wear a mask)" sebagai alasan pembatalan," demikian bunyi pernyataan yang diunggah situs resmi Grab Indonesia pada Selasa (9/6) lalu.

Sebelumnya, penumpang maupun pengendara mitra Grab dapat memilih berbagai opsi untuk pembatalan perjalanan, seperti "lokasi driver/penumpang terlalu jauh", "saya sudah menemukan transportasi lain" dan lain sebagainya, dengan kompensasi pembatalan order berupa denda uang.

Kompensasi uang tersebut ditiadakan oleh Grab semasa penormalan baru, dengan syarat pembatalan tersebut sesuai dengan prosedur.

Grab dalam waktu dekat juga dikabarkan akan meluncurkan dua fitur tambahan di aplikasi mereka, berupa formulir deklarasi kesehatan dan kebersihan online serta fitur pengecekan masker via selfie untuk seluruh wilayah operasional Grab. Kedua fitur ini rencananya akan dirilis pada akhir Juni 2020 mendatang.

Selain kedua fitur tersebut, Grab juga akan memperbarui fitur penilaian dan tanggapan serta Pusat Bantuan dalam aplikasi mereka.

Pengguna aplikasi akan dapat memberikan tanggapan kepada Grab apabila mitra pengemudi terlihat tidak sehat atau tidak menggunakan masker selama perjalanan, dan tanggapan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihak Grab. (*)

Related Articles
Tech
Google Maps Bisa Bantu Temukan Pusat Tes Covid-19 Terdekat

Current Issues
Indonesia Akan Ajak Kerjasama Negara Lain untuk Buat Vaksin. Siapakah Mereka?

Current Issues
Dukung PSBB, Grab dan Gojek Non-aktifkan Fitur Go-Ride dan GrabBike di Jakarta