Lifestyle

Keseringan Baca Berita Buruk Bikin Cemas? Begini Cara Mengatasinya

Kezia Kevina Harmoko

Posted on June 16th 2020

(Freepik)

 

Di masa pandemi seperti sekarang, banyak banget berita kurang mengenakan yang beredar. Korban yang terus berjatuhan, orang-orang kehilangan pekerjaan, figur publik yang terkesan tidak peduli, dan masih banyak lagi.

Hal-hal ini seperti memaksa kita untuk terus-menerus khawatir tentang keadaan dunia. Kalau kamu merasakan hal ini, tenang. Kamu nggak sendirian kok! Banyak juga yang mengalami ini. Apa lagi para milenial atau generasi ‘Z’ seperti kita.

Mungkin ada yang berpikir kalau generasi muda lebih kebal terhadap dampak negatif dari berita yang banyak beredar, namun sebuah penelitian justru menunjukkan sebaliknya.

Fasih dengan media sosial dan banyak terpapar berita nggak bikin kebal, bahkan ada yang merasa stres karena berita yang tersaji. Pengin banget update, tetapi di sisi lain berita juga bikin stres.

Laporan yang dirilis WHO pada Februari lalu menunjukkan bahwa ada sebuah kondisi bernama infodemic yang dirasakan oleh banyak orang selama pandemi. Kondisi ini diakibatkan oleh membanjirnya berita yang bercampur antara yang akurat dan yang tidak, sehingga sulit untuk menemukan berita yang terpercaya.

Infodemic di tahun ini juga bertambah dengan adanya kasus ketidakadilan ras yang ramai dikampanyekan. Betapa berita-berita ini menyebabkan rasa stres, cemas, marah, frustrasi, hingga ketidakberdayaan.

Perasaan yang campur aduk ini bisa menimbulkan kecemasan berlebih (anxiety) bahkan kepada orang yang tangguh sekalipun. Kondisi mental yang menjadi kurang baik ini disebut dengan headline stress disorder.

Memang penting untuk nggak ketinggalan berita. Tetapi kalau kamu mulai merasakan dampak negatif seperti cemas, pusing, jengkel, hingga merasa lelah setelah membaca atau menonton berita, coba deh terapkan beberapa cara berikut ini.

 

1. Atur waktu menatap gadget

Karena sekolah atau bekerja dari rumah, penggunaan gadget pasti makin sering. Tapi, penting banget untuk membatasi waktu penggunaan gadget karena dari sana kita biasanya mendapatkan berita terbaru tentang apapun.

Buat sebuah jadwal untuk diri sendiri kapan harus berhenti menggunakan gadget dan melakukan hal lainnya. Misalnya setiap dua jam harus berhenti selama 15 menit atau lebih lama lagi juga nggak masalah! Pokoknya kamu bisa rutin melakukan jadwal ini.

Bikin juga daftar aktivitas yang bisa kamu lakukan di jeda waktu tersebut. Misalnya berendam air hangat, workout singkat, jalan-jalan sebentar, menggambar, atau membaca buku. Bisa juga dengan aktivitas menenangkan seperti mengatur pernafasan, yoga, atau meditasi. Semuanya bertujuan untuk menurunkan tingkat stres yang kita rasakan setelah belajar atau bekerja cukup lama.

Ada baiknya juga untuk mematikan notifikasi aplikasi yang tidak penting. Aplikasi ini bisa aja bikin kita secara nggak sengaja menemukan berita terbaru dan terus-menerus penasaran untuk ngescroll dan mencari tahu.

 

2. Jangan pilih media sosial sebagai portal berita

Banyak dari kita yang tahu update terbaru tentang kondisi dunia dari media sosial seperti Instagram atau Twitter. Sebaiknya hindari ini. Media sosial tersebut bisa membuat kita ketagihan untuk scrolling berita terbaru karena fiturnya yang bikin kita sulit untuk berhenti.

Bahkan YouTube juga sebaiknya dihindari karena punya algoritma yang merekomendasikan kita video-video serupa untuk ditonton, sehingga kita pengin nonton lagi dan lagi.

Ganti media sosial dengan platform berita yang fokus menyajikan berita. Bisa dari koran digital atau portal berita yang bisa kita atur topik beritanya sesuai dengan apa yang kita mau.

 

3. Jadwalkan waktu khusus untuk membaca atau menonton berita

Kalau biasanya kita nonton atau baca berita kapan aja, coba atur waktunya per hari. Misalnya hanya membaca maksimal satu jam di jam tertentu. Hindari juga membaca atau menonton berita menjelang jam tidur karena dapat meningkatkan kecemasan dan membuat mata terpapar cahaya biru televisi atau smartphone. D

ua hal ini bisa membuat kita sulit tidur dan menurunkan kualitas tidur karena sulit mendapatkan fase deep sleep. Bahkan bisa menyebabkan mimpi buruk juga lho!

 

4. Hindari orang yang membagikan berita traumatis, berlandaskan opini, atau yang informasinya tidak akurat

Berita-berita dengan bahasa yang berlebihan dan terkesan menakut-nakuti ini biasanya tidak memiliki sumber jelas dan kebenarannya dipertanyakan. Kalau sering mendapat berita sejenis ini dari kontak atau keluarga, ada baiknya mute atau unfollow pihak tersebut. Sekali lagi, hanya baca berita dari sumber terpercaya.

 

5. Sayangi diri sendiri dan fokus pada apa yang bisa kamu lakukan

Membaca atau menonton berita bisa bikin kita merasa kehilangan harapan dan tidak berdaya karena kita berpikir kita nggak punya control terhadap apa yang terjadi. Jangan terlalu keras pada diri sendiri ketika merasa stres akibat berita-berita yang berseliweran. Kita bisa mencegah dampak negatif dari berita dengan fokus pada hal-hal yang bisa kita lakukan.

Kalau belum bisa berdampak besar pada orang lain, setidaknya kita menjaga diri sendiri agar tetap mampu terus hidup dengan baik. Nggak ada yang salah dengan self-love dan justru kita harus peduli dan sayang pada diri sendiri dulu. Perlahan-lahan, kita bisa merencanakan apa yang bisa diakukan untuk membuat perubahan baik pada lingkungan. (*)

Artikel Terkait
Entertainment
Kiat P!nk Hadapi Serangan Panik Karena Virus Covid-19

Entertainment
Selena Gomez Bagikan Cara Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi, Wajib Ditiru Nih

Current Issues
5 Tips Agar Mental Tetap Sehat Selama Karantina Corona dan Social Distancing