Current Issues

Dibanding Cuci Tangan, Masker Mungkin Lebih Efektif Melindungi dari Covid-19

Dwiwa

Posted on June 15th 2020

Baru-baru ini sebuah penelitian tentang wabah virus corona di atas kapal angkatan laut mengungkapkan jika penggunakan masker memberikan perlindungan lebih baik terhadap Covid-19 dibanding mencuci tangan atau menjaga jarak.

Dilansir dari The Telegraph, para ahli mengatakan jika penelitian ini memperkuat argumen agar masker wajib digunakan orang-orang yang berada di dalam ruangan seperti toko, restoran dan kantor. Penelitian yang dilakukan pada out-break virus corona di atas kapal induk USS Theodore Roosevelt menemukan bahwa mereka yang melakukan tindakan pencegahan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak, lebih kecil kemungkinan terinfeksi.

Penelitian oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Angkatan Laut AS ini menggunakan sampel 382 anggota Angkatan Laut AS yang berada di kapal. Dara jumlah tersebut, ditemukan 60 persen dari mereka positif memiliki antibodi, dan diantara mereka 59 persen mengembangkan antibodi penetralisir pada saat sampel darah diambil.

Yang terpenting, penelitian itu menemukan jika mereka yang melakukan langkah pencegahan memiliki tingkat infeksi lebih rendah dibanding yang dilaporkan tidak melakukannya, dengan perlindungan terbesar adalah mereka yang menggunakan masker.

Hanya ada 55,8 persen orang terinfeksi dari yang menggunakan masker dibandingkan dengan 80,8 persen yang tidak memakainya. Sementara yang menerapkan jarak sosial 54,7 diantaranya terinfeksi dibandingkan dengan 70 persen yang tidak melakukannya.

Menggunakan penutup wajah juga ditemukan lebih efektif dibanding peningkatan mencuci tangan dengan sekitar 62 persen yang rajin mencuci tangan terinfeksi dibanding 65 persen yang tidak rutin mencuci tangan.

“Laporan ini meningkatkan pemahaman Covid-19 di militer AS dan orang dewasa muda ketika dalam perkumpulan dan memperjelas pentingnya langkah pencegahan untuk menurunkan risiko di lingkungan serupa,” jelas penulis penelitian tersebut.

Laporan pandemi dari USS Theodore Roosevelt ini pun disambut baik oleh para ahli di Inggris yang berpendapat jika penggunaan masker wajah harus lebih umum setelah lockdown di Inggris dicabut.

“Penelitian ini menambah bukti dalam mendukung penggunaan masker secara luas di ruang terbatas dimana sulit atau tidak bisa menjaga jarak 2 meter. Semakin kita menutupi wajah kita, kita bisa kembali ke keadaan seperti normal,” ujar Trish Greenhalgh, profesor ilmu kesehatan perawatan primer di Oxfors University yang telah melakukan ulasan tentang masker.

Profesor Sian Griffiths dari Staffordshire University Centre for Health dan Development. (Foto:twitter)

Sementara itu, Profesor Sian Griffiths dari Staffordshire University Centre for Health dan Development, yang memimpin pemerintah Hongkong  melakukan investigasi epidemi sars 20003 mengatakan jika penggunaan masker adalah ide bagus dan kita harus terus mendorongnya.

“Kita membutuhkan pemimpin di luar sana menggunakan masker untuk membuat masyarakat melakukannya. Sungguh menakjubkan orang-orang masih tidak menggunakannya di toko. Kita membutuhkannya sebagai tindakan pencegahan dasar untuk menurunkan virus,” ujarnya.

Seorang perempuan di Jerman sedang memasang masker. (Foto: The Guardian)

Di Jerman, sebuah penelitian yang dipublikasikan minggu lalu menunjukkan jika kewajiban menggunakan masker memperlambat pertumbuhan kasus Covid-19 sebanyak 40 persen. Setelah memperkenalkan penggunaan masker di toko dan transportasi publik di berbagai wilayah di Jerman dan melihat kasus baru setelahnya, mereka menyimpulkan jika masker sangat mengurangi jumlah insiden.

Profesor Martin McKee CBE Professor of European Public Health di London School Hygiene and Tropical Medicine dan pendukung kampanye Masks4AIIUK untuk mendorong lebih banyak orang mengenakan masker mengatakan jika ada bukti yang berkemang jika masker efektif sebagai bagian dari paket tindakan, tetapi krusial untuk melindungi orang lain dibanding pengguna.

“Penelitian terpenting adalah studi baru dari Jerman yang membandungkan negara bagian yang mengharuskan mereka mengenakan masker di waktu berbeda. Implikasi yang jelas adalah bahwa ada alasan kuat untuk membuat mereka  wajib ketika berada di ruang tertutup dengan orang lain, termasuk di transportasi publik,” ujarnya. (*)

Related Articles
Current Issues
Lockdown Dilonggarkan, Gelombang Kedua Covid-19 Semakin Nyata?

Current Issues
Membatasi Kapasitas Ruangan Dapat Menurunkan Infeksi Covid-19 Secara Signifikan

Current Issues
Covid-19 Tembus SeJuta dalam 5 Hari, WHO Peringatkan Krisis Bakal Memburuk