Tech

Apple Punya Paten Teknologi Group Selfie untuk Protokol Physical Distancing

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 9th 2020

Dua tahun lalu, Apple mematenkan sebuah teknologi yang seolah meramal kejadian sekarang ini. Yakni gara-gara pandemi Covid-19, orang terpaksa jaga jarak. Nah, dengan inovasi yang dipatenkan tersebut, keluarga atau sekelompok sahabat, tetap bisa mengambil group selfie meski berada di lokasi yang berbeda. 

Bukan hanya mengambil dan memotong gambar, fitur ini juga memungkinkan para penggunanya untuk mengatur posisi semua orang pada foto tersebut.

Namun Apple tentu saja tidak memprediksi masa depan, apalagi soal Covid-19. Ide tentang fitur ini pada awalnya dikembangkan untuk memungkinkan selfie bersama-sama dalam kualitas yang bagus.

Selama ini berfoto bersama cukup sulit dilakukan dengan benar karena semua orang harus berada dalam posisi yang tepat. Berbeda dengan selfie sendirian karena seseorang hanya perlu mengambil gambar mereka sendiri tanpa memedulikan posisi yang lain. 

"Selfie beramai-ramai dapat jauh lebih sulit karena si pemilik ponsel harus mengatur posisi semua orang yang akan difoto agar masuk ke dalam jangkauan kamera. Mekanisme yang memudahkan selfie beramai-ramai tentu saja akan bermanfaat," demikian tulis Apple pada sebuah blogpost. 

Inovasi Apple ini melibatkan perangkat komputer yang dapat menghasilkan selfie beregu yang "sintetis". Dengan kata lain, selfie beregu ini adalah hasil pengolahan perangkat komputer tersebut dari beberapa selfie sendirian di perangkat-perangkat yang terpisah.

Gambar yang digabungkan tersebut bisa saja berupa gambar yang diambil langsung, gambar yang disimpan atau gambar hasil live streaming. Perangkat komputer ciptaan Apple tersebut dapat secara otomatis merangkai kumpulan foto-foto selfie tersebut menjadi satu gambar utuh yang disebut dengan "synthetic group selfie".

 

Penggunaan fitur ini tentu dapat mempersingkat proses pengambilan gambar, karena selain tata letak semua obyek foto tidak perlu diatur dalam satu frame kamera yang sama, mereka pun tidak perlu berada di satu tempat yang sama saat foto tersebut diambil.

Selain itu, proses penghapusan background pada masing-masing selfie yang dikumpulkan dapat disimpan dan didistribusikan pada berbagai perangkat berbeda sekaligus yang terhubung dengan semua peserta selfie-nya, sehingga tidak mengharuskan satu orang yang sama untuk mengedit semua gambar selfie teman-temannya.

Semua orang yang melakukan selfie bisa menghapus background mereka masing-masing, kemudian foto tersebut dikirim ke grup selfie virtual dan dicocokkan dengan background salah satu foto saja.

Fitur ini juga dilengkapi dengan teknologi depth-sensing yang dapat digunakan untuk membersihkan potongan-potongan foto dan merangkainya dengan pas pada background.

Tidak selesai sampai disini, para pengguna fitur ini tidak melulu harus menggunakan paket data internet untuk mentransfer gambar. Apple berencana membuat fitur ini dapat diakses bersama-sama lewat jaringan peer-to-peer langsung. Yaknipengguna perangkat di grup selfie virtual dapat bertukar foto saat mereka berdekatan. 

Metode ini mungkin mirip seperti bertukar file atau foto via bluetooth. Meski demikian, pengiriman foto satu sama lain juga dapat dilakukan via internet jika semua pengguna perangkat berada jauh satu sama lain.

Walau terdengar canggih, ide Apple tersebut masih berada dalam bentuk paten, dan belum diketahui kapan ide ini akan dieksekusi dan dapat diakses pengguna iPhone dan iPad di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Namun dengan kondisi PSBB dan pembatasan sosial di berbagai belahan dunia seperti sekarang, Apple sepertinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang lebih baik untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna mereka. (*)

 

Related Articles
Tech
Masuki Industri Gaming, Apple Mulai "Sisihkan" Pesaingnya di App Store

Tech
Apple Luncurkan Preview iOS dan iPadOS 14, ini Fitur Terbarunya

Tech
10 Hal Ini Bisa Bikin iPad atau iPhone Lawas Kamu Jadi Lebih Bermanfaat