Current Issues

Gegara Pelihara Ribuan Cebong, Remaja Ini Viral di TikTok

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 8th 2020

Ada banyak cara untuk bisa menjadi terkenal. Tapi dari semua yang dipikirkan pengguna internet, mungkin tidak ada yang membayangkan bahwa salah satu caranya adalah dengan memelihara 37.000 ekor kecebong (cebong). Bahkan mungkin Hannah McSorley sendiri tidak membayangkannya, sampai dia sendiri yang terkenal karena hal tersebut.

Remaja berusia 17 tahun ini kini dikenal dengan julukan "Influencer Kecebong TikTok". Popularitasnya tersebut melejit setelah ia memutuskan mendalami kembali salah satu kegiatan masa kecilnya, yaitu mengumpulkan kecebong dan memeliharanya.

Kegiatan gabutnya selama PSBB tersebut ternyata mengundang 535.000 followers di akun TikTok-nya, @.baby.frogs, dan berujung pada sebuah kontrak dengan agen influncer di AS.

"Sejujurnya, aku sendiri juga terkejut dengan jumlah followers yang kudapat," ujarnya. "Ini hanya hal-hal yang sederhana, kecebong, katak. Tapi banyak orang yang kagum karenanya," ujar Hannah McSorley.

McSorley memulai aktivitas mengumpulkan kecebongnya tersebut sejak ia memutuskan mengisolasi diri bersama keluarganya di Omagh. Tyrone, Irlandia Utara. Ia menemukan sekumpulan kecebong yang hampir mati kekeringan pada sebuah kubangan air, lalu ia memutuskan untuk membawanya pulang dalam sebuah stoples untuk memberikan edukasi kepada adik laki-lakinya yang berusia 9 tahun.

Beberapa pekan kemudian, dia mulai serius menekuni aktivitas barunya tersebut, mulai dari meng-upgrade wadahnya dari satu tabung menjadi dua tabung, lalu kini menjadi sebuah kolam khusus yang dilengkapi tanaman-tanaman air dan bebatuan.

"Aku selalu menyebut kalau ada 37.928 ekot kecebong. Itu estimasi kasar," terang Mcsorley.

Hal yang awalnya ia kerjakan secara iseng tersebut tanpa diduga malah menciptakan sensasi di antara apra pengguna TikTok. Banyak pengguna TikTok yang kemudian menanyainya tentang teknik memelihara kecebong.

McSorley juga menuliskan panduan pemeliharaan kecebong untuk siapa pun yang tertarik untuk memulai sendiri karier mereka sebagai pemelihara kecebong profesional.

Tidak berhenti sampai disitu, McSorley juga melakukan konsultasi online secara ekstensif dengan Northern Ireland Environment Agency (NIEA). Atas saran NIEA, ia pun memberi makan kecebongnya dengan selada dan bayam rebus, lalu mengganti air kolamnya setiap dua pekan sekali. "Peraturan terpentingnya adalah, empat kecebong maksimal dalam satu liter air," tulisnya.

McSorley melaporkan sebanyak tiga kecebongnya yang mati dalam waktu 7 pekan. "Sayang sekali, tapi beginilah hukum alam," ujarnya. "Tapi mereka semua akan diingat, dan aku menguburkan mereka secara layak." McSorley "memakamkan" salah seekor kecebong bernama Fred, dan videonya menarik lebih dari 1,8 juta penonton.

McSorley mengaku awalnya ia hanya menggunakan TikTok untuk menonton, tapi berubah pikiran saat ia menemukan "ruang" untuk mempopulerkan video kecebongnya. Akunnya pun menjadi terkenal dan 34,6 juta penonton pun menyaksikan video bertagar #tadpole di TikTok. Akun lainnya yang mempublikasikan video kecebong berasal dari AS, dengan nama @tadpolegirl dan pengikut sebanyak 900.000.

Menurutnya, tampilan kecebong yang sederhana dan "non-politis" menjadi sesuatu yang baru bagi pengguna internet. "Ini hanya tentang para kecebong yang menjalani hidup mereka dengan damai," ujarnya.

McSorley mengaku ia tertarik menjadi dokter hewan, tapi rencanan alternatifnya adalah meluncurkan saluran edukasinya sendiri di Youtube pada musim kawin katak yang berikutnya. McSorley saat ini telah menandatangani kontrak dengan lembaga influencer Markerly untuk mengembangkan jangkauan kontennya.

Beberapa waktu lalu, salah satu kecebongnya tampak mulau memiliki kaki, dan itu berarti McSorley hanya memiliki dua hingga tiga pekan sebelum kolamnya dipenuhi dengan katak.

Menanggapi hal tersebut, Mcsorley sudah siap dengan rencananya sendiri. Ia akan melepaskan katak-katak tersebut di kolam-kolam dan sungai-sungai dalam radius 3 kilometer dari rumahnya, sehingga orang-orang di sekitarnya tidak akan terganggu karena jumlah katak yang sangat banyak di lingkungan mereka.

"Jumlah katak di alam bebas tidak sebanyak yang semua orang kira. Ini hal yang menyedihkan. Kebanyakan katak akan mati dimakan burung, tapi beberapa yang selamat akan kembali bertelur pada musim kawin berikutnya."

Kalau kamu, bagaimana? Tertarik menjadi influencer kecebong TikTok pertama di Indonesia? Hati-hati ya, karena kata "kecebong" atau "cebong" di Indonesia identik dengan olok-olokan untuk kelompok tertentu.(*)

Related Articles
Current Issues
Sulitnya jadi Influencer: Sering di-Bully dan Rentan Gangguan Mental

Tech
7 Tips Menembus Algoritma TikTok Agar Videomu Viral

Interest
Cara Membuat Masker Kain Tanpa Jahit ala Influencer Brittany Xavier