Tech

Gila! Baterai Mobil Listrik Ini Bisa Dipakai Hingga 16 Tahun Atau 2 Juta KM

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 8th 2020

Mobil listrik mungkin adalah "masa depan" bagi dunia otomotif. Bukan hanya efisien dan dinilai lebih hemat energi, mobil dengan baterai listrik juga merupakan solusi bagi bahan bakar fosil yang diprediksi akan langka dalam beberapa dekade ke depan.

Perusahaan raksasa otomotif dunia seperti Tesla dan Volkswagen telah lama mengembangkan teknologi mobil listrik, dan untuk urusan baterai, mereka menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology (CATL).

CATL baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah membawa teknologi baterai mobil listrik ke level terbaru. Di mana baterai yang mereka kembangkan ini diklaim dapat bertahan hingga usia pemakaian 16 tahun penggunaan.

Dan yang tak kalah keren, jarak tempuh dengan baterai ini bisa maksimal 2 juta kilometer. Zeng Yuqun, pemilik CATL mengatakan bahwa usia penggunaan baterai mobil listrik biasanya hanya delapan tahun dan jarak tempuh maksimalnya hanya 241.000 kilometer.

Menurut dia, memperpanjang usia penggunaan baterai merupakan perkembangan yang penting. Sebab, baterai tersebut dapat digunakan juga pada kendaraan lain, dan itu akan mengurangi beban biaya penggunaan mobil listrik.

Keuntungan tersebut juga dinilai dapat menutupi kerugian industri otomotif akibat pandemi, serta menjadi jalan keluar bagi harga minyak dunia yang tidak stabil.

"Jika ada yang bersedia memesannya (baterai), kami siap memproduksinya," ujar Zeng dalam sebuah wawancara. Harga baterai terbaru ciptaan mereka akan 10 persen lebih mahal daripada baterai mobil listrik yang biasa mereka produksi selama ini.

Daya tahan baterai yang lemah dan usia penggunaan baterainya yang pendek merupakan salah satu penyebab utama banyak orang yang tidak tertarik menggunakan mobil listrik.

Tahun lalu, Tesla "sesumbar" mengatakan akan memproduksi baterai mobil yang dapat bertahan digunakan sejauh jutaan kilometer, dan General Motors pada bulan lalu mengatakan bahwa mereka sudah hampir menciptakannya. 

Zeng mengatakan optimis bahwa penjualan mobil listrik dan sukucadangnya akan kembali meroket di awal 2021, dan CATL siap menganggulangi lonjakan permintaan tersebut. Zeng yang mendirikan CATL 10 tahun lalu ini juga mengatakan bahwa perusahaannya telah melakukan riset mendalam terhadap teknologi baterai untuk menciptakan baterai mobil listrik paling canggih.

Pandemi tidak benar-benar menghilangkan permintaan akan kendaraan bermotor, tetapi hanya menundanya hingga jangka waktu tertentu. Menurut Zeng, permintaan tersebut akan "meledak" di tahun berikutnya, di saat dia dan CATL sudah siap dengan baterai temuan mereka.

"Pandemi mungkin akan bertahan sepanjang 2020, tapi tidak akan menjadi halangan besar bagi tahun depan," ujar Zeng. "Kami sangat optimis terhadap penjualan jangka panjang kami."

Sebelumnya, CATL telah menandatangani kontrak dua tahun dengan Tesla untuk menyuplai mereka dengan baterai mobil listrik. Negosiasi kontrak tersebut terjadi selama beberapa bulan, dan merupakan perjanjian yang cukup prestisius yang pernah diraih perusahaan Tiongkok tersebut.

Mengingat, sebelumnya Tesla hanya tertarik menjalin kerjasama dengan LG Chem asal Korea Selatan dan Panasonic asal Jepang. Disamping itu, baterai listrik adalah komponen sukucadang yang paling mahal dari sebuah mobil listrik, sehingga CATL meraup banyak keuntungan dengan menjadi suplier Tesla.

Baterai produksi CATL ini bakal digunakan untuk Tesla Model 3. Mobil listrik canggih itu sedang dikembangkan pabrik raksasa Tesla yang baru beroperasi di Shanghai, Tiongkok.

Zeng mengatakan, sebelumnya Elon Musk juga sempat meminta bantuannya dalam menyuplai ventilator untuk pasien Covid-19. Sebanyak 1.000 unit ventilator diangkut dari Tiongkok oleh Tesla, dan kemudian disebarkan di seluruh rumah sakit yang ada di Los Angeles pada Maret lalu.(*)

 
Related Articles
Tech
Pakar: Saingan Terbesar Tesla Bakal Datang dari Tiongkok

Tech
Pembuat Baterai EV Asal Tiongkok Perkenalkan Baterai Sodium-ion

Tech
Tesla Turunkan Harga Jual Model Y untuk Tarik Pembeli Selama Pandemi