Tech

Sistem Keamanan Apple "Kerjai" Penjarah di Apple Store

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 5th 2020

Unjuk rasa di Amerika Serikat terkait kematian George Floyd makin melebar ke berbagai negara bagian. Beberapa pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan kondisi yang tidak kondusif itu untuk menjarah toko. Gerai Apple yang ada di beberapa tempat di Amerika pun tak luput dari sasaran penjarahan.

Foto-foto penjarahan tersebut disebarluaskan di media sosial sejak Kamis (05/06) lalu, termasuk gerai Apple di Walnut Street. Tapi ada yang tidak biasa dari unggahan warganet tersebut.

Alih-alih membuat geram warganet, unggahan tersebut malah tampak menggelikan. Pasalnya pada salah satu foto tersebut, tulisan ini tampak terpampang pada layar iPhone yang dirampas para penjarah :

"Please Return to Apple Walnut Street. This device has been disabled and is being tracked. Local authorities will be alerted" (Silakan kembalikan ke Apple Walnut Street. Perangkat ini telah dinonaktifkan dan telah dilacak. Kami akan memperingatkan pihak berwenang)

 

Sistem keamanan yang dipasang Apple pada gawai yang mereka produksi tampaknya benar-benar termanfaatkan dengan baik di masa-masa yang tidak aman seperti yang sekarang terjadi di AS. Para penjarah pun terpaksa gigit jari karena barang rampasan mereka tidak bisa digunakan.

Satu-satunya cara adalah mereka terpaksa harus membuangnya atau menyerahkannya kembali dengan "sopan" ke gerai tempat mereka mengambilnya tanpa izin.

Apple telah menutup beberapa gerai mereka di seluruh AS untuk sementara demi menghindari kejadian serupa. Padahal mereka baru saja membuka tokonya setelah kebijakan lockdown atau kuntara dicabut pemerintah. 

Hingga kini Apple belum memberi kabar kelanjutan mengenai nasib para penjarah. Apakah mereka benar-benar sudah dipolisikan atau belum.

Produk-produk Apple memang unggul dari segi keamanan. Pengguna gawai Apple bisa melaporkan kehilangan gawai mereka, agar Apple dapat mengunci perangkat mereka secara remote dan melakukan pelacakan dengan software yang telah terpasang pada semua perangkat Apple.

Unjuk rasa di AS menyebar dari berbagai Negara Bagian mulai dari Washington DC, Los Angeles, San Francisco, New York dan Philadelphia.

Chief Executive Apple Tim Cook memberitahu para karyawannya lewat sebuah Memo bahwa kematian George Floyd akibat tindakan polisi kulit putih adalah tidakan "tidak masuk akal" dan dia akan melakukan donasi untuk kelompok pembela HAM di AS. (*)

 

Related Articles
Tech
Versi Beta WatchOS7 Dirilis, Apa Saja Fitur-fitur Terbarunya?

Tech
Apple Uji Coba Pengisi Daya USB-C untuk iPhone

Tech
Koneksi iPhone 13 ke Satelit Ternyata Hanya untuk Keadaan Darurat