Current Issues

Amankah Menggunakan Toilet Umum Selama Pandemi? Ini yang Harus Kalian Lakukan

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 3rd 2020

Normal Baru (new normal) dapat berarti banyak hal. Salah satunya adalah pembukaan kembali fasilitas publik yang ditutup selama lockdown atau istilah di kita, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Fasilitas publik yang dibuka kembali di antaranya mal dan pusat perbelanjaan. Meski dibuka kembali, bukan berarti aktivitas di ruang publik dapat berlangsung seperti sebelum pandemi. Masyarakat tetap diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan diri selama beraktivitas di luar rumah, karena virus korona sendiri belum benar-benar hilang dari sekitar kita.

Salah satu pertanyaan yang perlu dijawab sebelum ketika new normal dijalankan adalah: apakah toilet umum aman untuk digunakan? Tentu saja fasilitas satu ini wajib dibuka beriringan dengan dibukanya tempat-tempat umum yang membutuhkan toilet, seperti restoran, cafe dan bioskop. Penyebaran virus korona juga sangat mungkin terjadi di tempat ini, mengingat banyak sekali orang yang mengunjunginya setiap hari.

Claire Cupples, profesor di bidang biologi molekuler dan biokimia di Universitas Simon Fraser memberikan jawaban yang mengejutkan. Menurutnya, risiko penularan Covid-19 di toilet umum tidak lebih tinggi daripada penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus lain yang ada di toilet umum tersebut.

Penelitian terdahulunya yang berkaitan dengan kebersihan toilet umum menemukan bahwa, permukaan yang sering disentuh seperti kenop pintu dan dudukan kloset ternyata dihinggapi lebih sedikit bakteri dan virus dari tempat duduk atau asbak di restoran. Penelitian-penelitian lain pada tahun-tahun berikutnya juga menunjukkan hasil yang sama.

Tapi hal tersebut tidak serta-merta menegasakan bahwa kebersihan toilet umum dapat dianggap remeh. Perusahaan asal Kanada, ONroute Service Centres yang mengoperasikan 23 rest area di sepanjang jalan tol seri 400 dan 401 di Ontario, Kanada, memutuskan untuk tetap melaksakanan tugasnya, namun dengan standar keamanan yang baru khusus untuk menghadapi Covid-19.

Melanie Teed-Murch, CEO perusahaan tersebut mengatakan bahwa standar keamanan baru tersebut termasuk pembatasan jumlah orang maksimal yang boleh memasuki rest area secara bersamaan dan pewajiban bagi para pekerjanya untuk mengenakan sarung tangan dan masker.

Para pekerjanya juga wajib melakukan pengecekan temperatur di setiap awal shift kerja mereka serta menjawab beberapa pertanyaan wajib sesuai dengan protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah negara federal di Kanada.

Untuk fasilitas sanitasi sendiri, Teed-Murch mengatakan bahwa ONroute telah memberikan fasilitas sanitasi berstandar tinggi bahkan sebelum pandemi. "Kami sekarang menyanitasi setiap permukaan setiap 20 menit sekali menggunakan pembersiha antimikroba," ujarnya. Perusahaannya juga menambahkan tiang pembatas dan marka lantai untuk mengatur agar para pengguna toilet dapat terjaga jaraknya satu sama lain.

Cupples mengatakan bahwa kunci paling penting dalam menjaga diri dari segala bibit penyakit adalah dengan mempraktikkan cuci tangan yang benar dan bersih setiap sebelum dan sesudah menggunakan toilet. Cupples juga menyarankan agar masyarakat membiasakan diri dalam membuka pintu di toilet umum dengan menggunakan sapu tangan atau tisu bersih.

"Perlu ada pendesainan ulang toilet-toilet umum yang ada, sehingga semua orang yang menggunakan toilet umum tidak perlu menyentuh apapun saat keluar-masuk toilet," ujarnya.

Ia juga menyarankan agar pengelola toilet umum memasang pintu yang lebih gampang dibuka-tutup oleh penggunanya, dispenser sabun otomatis dan penyiram toilet otomatis demi meminimalisir penyebaran, bukan hanya virus korona, tapi semua bakteri dan virus penyebab sakit.

Pada akhirnya, keamanan menggunakan toilet umum kembali kepada pihak pengelola toilet dan penggunanya masing-masing. Selagi tidak benar-benar perlu menggunakan toilet, ada baiknya kamu tidak mengunjungi toilet di tempat-tempat ramai seperti mal demi mencegah transmisi Covid-19.(*)

Related Articles
Current Issues
Cegah Gelombang Kedua Covid-19, Jepang Cek Antibodi 10.000 Penduduknya

Current Issues
Dokter Italia Bilang Coronavirus Melemah, Benarkah?

Current Issues
Ilmuwan Temukan Virus Lain Mirip SARS-CoV-2 pada Kelelawar