Current Issues

Ilmuwan : Ada 1,7 Juta Jenis Virus yang Bisa Menginfeksi Manusia di Masa Depan

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 3rd 2020

Beberapa penelitian menemukan bahwa SARS-CoV-2, virus yang menjadi biang dari pandemi Covid-19 saat ini berasal dari hewan kelelawar dan trenggiling yang dikonsumsi oleh masyarakat Tiongkok dari pasar basah Wuhan.

Kontak fisik antara manusia dan hewan liar memang sangat berpotensi memunculkan jenis-jenis penyakit baru, mengingat hewan liar memang pembawa berbagai jenis bakteri patogen dan virus di tubuhnya.

Meski tidak dapat menyakiti hewan yang menjadi inangnya, bakteri dan virus tersebut sangat mungkin membuat manusia sakit.

Dr. Peter Daszak, presiden EcoHealth Alliance mengatakan bahwa manusia harus belajar dari pandemi Covid-19 dan mulai berusaha menghentikan wabah atau pandemi lainnya yang mungkin terjadi di masa mendatang dengan mencegah langsung dari sumbernya.

"Kami menganalisa jumlah virus tidak dikenal yang dapat muncul di masa mendatang dan kami memperkirakan ada sekitar 1,7 juta jenis virus yang dapat menginfeksi manusia," terangnya via Sky News.

"Ini adalah ancaman nyata di masa mendatang. Kita saat ini hanya mengetahui beberapa ribu jenis virus yang sebagiannya mungkin akan muncul di masa mendatang."

Penelitian yang melibatkan sampel manusia yang tinggal di dekat sarang kelelawar gua di Asia menunjukkan bahwa ada jenis virus-virus lain yang menginfeksi manusia, tapi tidak berevolusi lebih jauh.

Dr. Daszak mengatakan bahwa kini manusia harus mengerahkan segala upaya untuk mempelajari dan memecahkan kode genetik dari virus-virus yang hidup pada tubuh binatang liar.

"Dalam perkiraan kami, hal tersebut dapat dikerjakan dalam waktu 10 tahun. Setelahnya, kita dapat mengembangkan obat dan vaksin. Selain itu, kita juga perlu mengidentifikasi tempat tinggal satwa tersebut. Itu akan membantu masyarakat yang tinggal berdekatan dengan mereka untuk mengubah kebiasaan hidup yang membahayakan diri mereka sendiri."

Dalam menangani pandemi Covid-19, para ilmuwan di seluruh dunia berjibaku melakukan penelitian dalam menciptakan vaksin. Hingga saat ini, terdapat setidaknya 10 vaksin yang tengah dikembangkan dan mungkin diujicoba secara klinis.

Pengembangan vaksin bukan satu-satunya pekerjaan yang melibatkan sains dalam menangani pandemi.

Di Universitas Liverpool, para ilmuwan meneliti kode mutasi genetik pada SARS-CoV-2, yaitu perubahan yang diwariskan virus tersebut kepada salinan dirinya saat ia memperbanyak diri. Penelitian tersebut membuat mereka dapat melacak persebaran virus tersebut dari Tiongkok ke Eropa. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Ilmuwan: Pandemi Baru Bisa Muncul, kecuali Manusia Ubah Perlakuan ke Satwa Liar

Current Issues
Setelah Sempat Dibuka, Sekolah di Korsel Tutup Lagi Akibat Adanya Infeksi Baru

Current Issues
Belum Berakhir, Ahli Prediksi Pandemi Covid-19 Dapat Berlangsung Hingga 2 Tahun