Current Issues

New Normal di Dunia Penerbangan. Begini Tata Laku yang Harus Diperhatikan

Dwiwa

Posted on June 3rd 2020

Akan ada banyak hal yang berubah saat kehidupan new normal diberlakukan. Tidak hanya tentang cara berinteraksi dengan orang lain, aturan untuk bisa menggunakan moda transportasi pun juga turut berubah.

Dilansir dari AFP, baru-baru ini, rekomendasi panduan protokol kesehatan untuk dunia penerbangan telah dikeluarkan.

Peraturan ini dibuat oleh gugus tugas internasional yang dibentuk oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dengan bantuan dari badan PBB seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan juga International Air Transport Association (IATA).

Menurut Phillippe Bertoux, perwakilan Perancis di dewan ICAO, pedoman ini akan membantu memfasilitasi harmonisasi langkah-langkah yang diambil oleh dunia penerbangan terkait Covid-19 di seluruh dunia.

Perubahan yang disarankan ini menjadi salah satu yang terpenting untuk perjalanan udara setelah insiden 11 September 2001 yang terjadi di Amerika Serikat. Rekomendasi yang diadopsi oleh komite eksekutif ICAO ini dimaksudkan sebagai “kerangka kerja” untuk memastikan keamanan penumpang dan pekerja di pesawat dan bandara.

Ketika para pelancong tiba di bandara, barang wajib yang harus ditunjukkan selain identitas diri dan tiket pesawat adalah sertifikat kesehatan. Selain itu, akan ada pula pemeriksaan suhu tubuh awal sesuai dengan pedoman.

Check-in yang dilakukan secara online sebelum datang ke bandara menjadi prioritas. Pemeriksaan keamanan saat memasuki bandara juga harus diubah menjadi minim kontak dan menunggu dalam antrian.

Penggunaan tiket digital dan juga berbagai bentuk lain teknologi seperti pemindaian wajah dan mata pun lebih disarankan. “Ini akan menghilangkan atau sangat mengurangi kebutuhan kontak dengan dokumen perjalanan antara pelancong dan petugas,” jelas protokol tersebut.

Para pelancong juga dianjurkan untuk membawa barang bawaan seringan mungkin, dengan hanya satu tas tangan kecil. Koran dan majalah juga tidak akan lagi bisa ditemui di dalam pesawat serta penjualan bebas bea akan dibatasi.

Penggunaan masker harus diwajibkan di dalam pesawat dan bandara, dimana physical distancing harus dijalankan setidaknya dengan jarak 1 meter. Akses bandara juga akan dibatasi hanya untuk penumpang dan pendamping, misalnya mendampingi penumpang disable, dan personel bandara.

Selama di dalam pesawat, masker tidak boleh dilepaskan. Pergerakan penumpang juga harus seminim mungkin dan tidak diperbolehkan mengantri di luar toilet untuk meminimalkan risiko terjadi penularan. Akan ada toilet khusus yang disediakan sesuai dengan tempat duduk penumpang.

Para pramugari akan dilengkapi dengan alat pelindung diri yang termasuk face shield, sarung tangan, dan masker medis. Namun soal adanya kursi kosong sebagai jarak untuk penumpang ICAO tidak merekomendasikan karena hal ini dilihat sebagai ancaman bagi keuntungan industri penerbangan.

Meski begitu, ICAO tetap meminta para penumpang untuk menjaga jarak sejauh mungkin dari orang lain. Direkomendasikan pula agar makanan di dalam pesawat sudah dikemas serta dilakukan disinfeksi secara teratur di dalam pesawat.

Selain saat penumpang datang ke bandara, pengecekan suhu juga harus dilakukan saat penumpang turun dari pesawat. Langkah-langkah ini tidak wajib, tetapi merupakan produk dari konsensus luas yang akan membuatnya menjadi referensi global pertama semenjak krisis Covid-19.

“Langkah-langkah ini akan memfasilitasi kembalinya perjalanan udara yang aman dan berkelanjutan,” jelasnya kepada AFP. Industri penerbangan sendiri telah mendesak adanya peraturan yang selaras untuk meyakinkan penumpang dan negara yang telah menutup akses penerbangan semenjak pandemi tentang keamnan dalam penerbangan.

Semenjak virus SARS-Cov-2 menyebar luas, industri penerbangan terpaksa harus berhenti selama berbulan-bulan. Menurut perkiraan ICAO, pandemi ini akan mengurangi jumlah penumpang pesawat hingga 1,5 miliar pada akhir tahun. (*)

Related Articles
Current Issues
PBB Memperingatkan Adanya Krisis Kesehatan Mental Akibat Pandemi Covid-19

Current Issues
WHO: Kembali Muncul Peningkatan Kasus di Negara yang Sukses Tangani Covid-19

Current Issues
Lockdown Dilonggarkan, Gelombang Kedua Covid-19 Semakin Nyata?