Current Issues

Pesan Damai Vanessa Bryant untuk Aksi "I Cant't Breathe" George Floyd

Dwiwa

Posted on June 1st 2020

Instagram Vanessa Bryant

Gelombang protes atas kasus kematian George Floyd masih terus berlangsung di Amerika Serikat. Pria keturunan Afro-Amerika ini menghembuskan nafas terakhir saat ditangkap polisi di luar sebuah toko di kota Minneapolis. Kematiannya tragis karena lehernya diinjak ketika dalam proses penangkapan.

Nah, di tengah kasus kematian Floyd yang viral, istri Kobe Bryant, Vanessa Bryant mendadak ingat sang suami. Ia membagikan foto mendiang suaminya yang tengah mengenakan kaus bertuliskan “I Can’t Breathe”. Unggahan itu disertai dengan tulisan yang meminta agar semua orang menyebarkan rasa hormat dan kasih sayang.

“Suamiku mengenakan kaus ini beberapa tahun lalu dan kita di sini lagi. #ICANTBREATHE. Hidup sangat rapuh. Hidup sangat tidak terduga. Hidup tertalu singkat. Mari kita berbagai dan merangkul kualitas dan persamaan yang indah yang kita bagi sebagai manusia,” tulisnya dalam Instagram.

“Lupakan kebencian. Ajarkan rasa hormat dan cinta untuk semua di rumah dan sekolah. Sebarkan CINTA. Berjuang untuk perubahan. Jangan gunakan kematian orang tidak bersalah sebagai alasan untuk merampas. JADILAH CONTOH UNTUK PERUBAHAN YANG INGIN KITA LIHAT,” lanjutnya.

Foto almarhum Kobe Bryant yang mengenakan kaus “I Can’t Breathe ini diambil saat dirinya bersama Lakers menjamu Sacramento Kings pada 2014. Kaos itu dipakai sebagai bentuk dukungan diam-diam Lakers pada keluarga Eric Garner yang meninggal pada 17 Juli 2014.

Kematian Garner juga akibat tindakan represifanggota polisi New York yang menahan leher dan dadanya dalam proses penangkapan. Sebuah rekaman memperlihatkan jika saat ditangkap Garner terengah-engah dan bergumam aku tidak bisa bernapas. Sejak saat itulah kampanye "I Can't Breathe" kerap disuarakan untuk menentang tindakan represif aparat. Terutama atas masyakat Afro-Amerika.

Rekaman amatir yang viral di media sosial saat penangkapan George Floyd pun memperlihatkan kejadian yang hampir sama. Petugas kepolisian menangkap Floyd setelah ada laporan penggunaan uang USD 20 palsu di minimarket yang baru saja dikunjunginya.

Saat proses penangkapan itu terlihat Floyd dijatuhkan ke aspal oleh seorang polisi. Polisi itu terlihat menekan lututnya ke leher Floyd. Saat itu Floyd sempat merintih dan meronta kesakitan karena kesulitan bernapas. Dia bahkan sempat berteriak “aku tidak bisa bernapas” sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Kematian pria kulit hitam ini pun membuat masyarakat naik pitam. Gelombang protes terjadi secara besar-besaran dan bentrokan dengan polisi pun tidak bisa dihindarkan. Penjarahan terjadi di berbagai daerah. Meski keempat polisi yang terlibat sudah dipecat sehari setelah kejadian itu, keluarga Floyd tetap menuntut agar para tersangka diberikan hukuman setimpal.(*)

Related Articles
Current Issues
Seekor Hiu Putih Meksiko Dinamai Kobe Bryant

Sport
Los Angeles Lakers Juara NBA 2020

Sport
Vanessa Bryant Minta Kobe Menjaga Gigi di Surga