Current Issues

Ingin ke Mall atau Kafe di Era New Normal? Ini Aturan yang Harus Dipatuhi

Dwiwa

Posted on June 1st 2020

 credit/Antara Foto

Di tengah peningkatan kasus Covid-19 yang masih belum melandai di Indonesia, persiapan untuk menyambut new normal semakin gencar dilakukan. Paling baru, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan surat edaran terkait standar operasional yang harus dilakukan di sektor perdagangan saat kehidupan new normal mulai diberlakukan.

Melalui Surat Edaran (SE) No 12 Tahun 2020 Tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang Dilakukan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan New Normal, Kemendag mengatur dengan rinci protokol-protokol apa saja yang harus dijalankan ketika sektor perdagangan kembali berjalan.

Protokol yang tertulis berlaku di tempat kegiatan perdagangan yang menyelenggarakan transaksi perdagangan untuk bahan pokok dan barang penting seperti kebutuhan pangan, bahan bakar minyak, gas, dan energi, fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan serta fasilitas pelayanan pariwisata yang diantaranya adalah mall, pasar rakyat, toko swalayan, serta restoran/rumah makan/warung dan kafe.

Untuk aktivitas perdagangan di mall atau pusat perbelanjaan, hanya 35 persen dari total pengunjung yang boleh masuk dan berbelanja. Sirkulasi dan pembatasan kunjungan juga harus diatur oleh pengelola. Termasuk memastikan seluruh pedagang menggunakan alat pelindung diri lengkap mulai dari masker, face shield dan sarung tangan.

Kebersihan lokasi berjualan juga harus dijaga dengan melakukan disinfeksi secara berkala. Pengelola juga diwajibkan untuk memisahkan pintu masuk dan keluar bagi para pengunjung. Termasuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh, baik kepada para pedagang atau pengunjung yang masuk ke dalam mall harus di bawah 37,3 derajat celsius.

Protokol serupa juga diterapkan pada toko swalayan seperti Supermarket, Hypermarket, Minimarket, dan Department Store. Jumlah pengunjung maksimal yang boleh berbelanja dibatasi hanya 40 persen dari total kapasitas saat kondisi normal

Selain itu seluruh petugas dan pengelola toko juga harus dipastikan negatif Covid-19 melalui bukti tes PCR atau Rapid test yang dilakukan oleh pemilik toko atau Dinas Kesehatan setempat. Mereka juga harus mengutamakan pemesanan barang secara daring dan/atau jarak jauh dengan fasilitas pelayanan pesan-antar.

Sementara untuk pengunjung, semua diwajibkan memakai masker serta menjaga jarak antrian 1,5 meter. Sebelum memasuki toko pengunjung wajib diperiksa suhu tubuh dan harus di bawah 37,3 derajat celsius. Jika  menunjukkan gejala pernapasan seperti batuk, flu, atau sesak napas, pengunjung dilarang untuk masuk.

Transaksi pembayaran yang dilakukan dikasir juga berjarak 1,5 meter dengan jumlah antrian paling banyak 10 orang. Dibanding dengan pembayaran tunai, SE ini juga meminta agar mengutamakan transaksi non-tunai atau uang elektronik.

Selain mall dan toko swalayan, protokol kesehatan yang harus diterapkan di restoran, rumah makan/warung makan dan kafe pun juga turut diatur dalam SE ini. Secara garis besar, prosedurnya serupa. Hanya saja saat pembayaran di kasir, jumlah maksimal hanya 5 orang dengan pemberian jarak masing-masing 1 meter.

Tidak hanya mengatur soal protokol kesehatan dalam sektor perdagangan, SE ini juga menyebutkan jika akan ada tindakan tegas bahkan hingga pemberian sanksi bagi orang-orang yang melanggar. Jadi, siapa nih yang sudah siap untuk kembali menikmati "kebebasan" di era new normal? (*)

Related Articles
Current Issues
WHO: Kembali Muncul Peningkatan Kasus di Negara yang Sukses Tangani Covid-19

Current Issues
New Normal di Dunia Penerbangan. Begini Tata Laku yang Harus Diperhatikan

Current Issues
Masker Bedah Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 75 Persen