Tech

Microsoft Ganti 50 Jurnalis Kontrak di MSN dengan Robot

Ahmad Redho Nugraha

Posted on June 1st 2020

Sesuai dengan yang disebut di dalam buku berjudul "Homo Deus", pada masanya kelak, peran  manusia akan tergantikan oleh mesin. Hal ini sudah terbukti sejak bertahun-tahun lalu, dan kini sudah banyak pekerjaan manusia yang "punah" karena tergantikan oleh mesin dan robot yang kinerjanya jauh lebih efisien.

Tapi transisi ini sepertinya terjadi lebih cepat dari dugaan sebagian orang. Misalnya yang terjadi di Microsoft ini. Perusahaan yang mengelola situs aggregator berita, MSN, itu menyatakan bakal menghapuskan kontrak sejumlah jurnalis. Para jurnalis itu selama ini dilibatkan untuk mengelola konten di MSN. 

Kontrak kerja itu diakhiri bukan karena Microsoft sedang kesulitan dana karena pandemi Covid-19, tapi mereka menyiapkan robot untuk menggantikan para jurnalis tersebut. Robot itu akan bekerja secara otomatis dalam menyadur dan mengubah konten tulisan di MSN.

Selama ini, Microsoft membayar beberapa situs berita untuk dapat memuat konten mereka di situs MSN. Dan, tugas jurnalis Microsoft adalah memilah mana konten tulisan yang akan dimuat di MSN. Kini Microsoft berencana menggantikan peran jurnalis tersebut dengan kecerdasan buatan (artificial inteligence) dalam rangka mengevaluasi bisnis mereka.

"Seperti layaknya semua perusahaan, kami selalu mengevaluasi keberlangsungan bisnis kami. Hal tersebut dapat berarti penambahan investasi pada beberapa tempat dan sekaligus pengurangan pekerja di tempat lainnya secara berangsur-angsur. Keputusan ini tidak diambil sebagai dampak dari pandemi," ujar Microsoft dalam pernyataannya.

Diperkirakan sebanyak 50 penulis berita yang berstatus kontrak akan kehilangan pekerjaan mereka pada akhir Juni nanti. Tapi kabar baiknya, Microsoft akan mempertahankan jurnalis full-time mereka.

Keputusan ini tentu menuai kritik. Banyak jurnalis yang mengatakan bahwa AI kemungkinan tidak akan familiar dengan kaidah editorial dan jurnalistik dalam memilih berita, dan sangat mungkin tanpa sengaja memilih tulisan yang tidak layang tayang untuk MSN.

Meski demikian, Microsoft bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang beralih ke robot journalism, sebutan untuk sistem jurnalistik yang mutakhir ini. Google diketahui merinvestasi pada proyek ini untuk ikut mempelajari bagaimana progres kerja AI dalam mengolah produk jurnalistik.(*)

Related Articles
Tech
Rintis "Jurnalisme Model Baru", Google akan Bayar Pemilik Konten Berita

Current Issues
On This Date: 4 April 1975, Bill Gates dan Paul Allen Lahirkan Microsoft

Current Issues
Hadapi Hoaks Seputar Covid-19, WHO Rilis Aplikasi 'WHO MyHealth'