Tech

SpaceX dan NASA Akhirnya Berhasil Luncurkan Crew Dragon ke Luar Angkasa

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 31st 2020

Setelah sempat batal meluncur akibat cuaca pada Rabu (27/05) lalu, kini Crew Dragon berhasil meluncur ke luar angkasa menuju International Space Station (ISS) di orbit bumi.

Peluncuran kapsul Crew Dragon yang membawa dua orang astronot senior National Aeronautics and Space Administration (NASA), Doug Hurley dan Bob Behnken itu merupakan penerbangan manusia pertama ke luar angkasa yang dilakukan Amerika Serikat dalam waktu hampir 10 tahun terakhir.

Ini merupakan kali pertama NASA bekerjasama dengan pihak swasta, yaitu SpaceX milik Elon Musk dalam proyek menerbangkan manusia ke luar angkasa. Crew Dragon adalah pesawat kapsul berkapasitas tujuh orang yang diciptakan SpaceX, dan merupakan modifikasi dari versi sebelumnya  yang hanya digunakan untuk mengangkut logistik ke ISS.

Crew Dragon yang ditenagai roket Falcon 9 meluncur dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat pada Sabtu (30/5) pukul 15.22 waktu setempat atau Minggu (31/5) pukul 2.22 dini hari WIB. 

"Terima kasih untuk tumpangan manusia pertamanya dengan Falcon 9," ujar Wakil Komandan Doug Hurley saat penerbangan mereka sukses dan Crew Dragon telah memasuki orbit. "Ini luar biasa ... kami mengapresiasi segala kerja keras kalian, dan terima kasih untuk perjalanan ke luar angkasa ini."

Penerbangan Hurley dan Behnken dijadwalkan Rabu (27/5), namun 17 menit sebelum peluncuran, manajer misi memutuskan untuk membatalkan misi karena munculnya badai petir di Tanjung Canaveral yang menurunkan probabilitas keberhasilan misi mereka hingga menjadi hanya 50%.

Setelah sukses meluncurkan Crew Dragon di luar angkasa, roket Falcon 9 pun mendarat di Samudera Atlantik dan telah diambil kembali dengan menggunakan kapal khusus milik SpaceX untuk digunakan kembali di masa mendatang.

Kapsul Crew Dragon akan menghabiskan waktu 19 jam untuk menemukan ISS di orbit bumi, sebelum kemudian mendarat disana. Hurley dan Behnken akan bergabung dengan Chirs Cassidy, astronot NASA lainnya yang telah lebih dulu bertugas di ISS, beserta dua kosmonot asal Rusia.

Hurley dan Behnken akan tetap tinggal di ISS hingga estimasi waktu 120 hari bumi kemudian, sebelum akhirnya dijemput kambali dengan Crew Dragon dan digantikan dengan astronot NASA lainnya.

"Ini hari yang sangat panjang," komentar Jim Bridenstine, administrator NASA, setelah peluncuran Crew Dragon. "Ini hari yang luar biasa. Aku sudah bisa bernapas dengan lega, tapi aku tidak akan merayakan apa-apa hingga Hurley Bob dan Doug pulang dengan selamat."

Meski dalam masa pandemi, peluncuran tersebut dihadiri oleh presiden dan wakil presiden AS, Donald Trump dan Mike Pence. Trump memang sangat memprioritaskan pengembangan teknologi penerbangan luar angkasa. Ia juga merencanakan pendaratan kembali manusia ke bulan pada tahun 2024 mendatang.

"Sulit sekali mempercayai kalau ini nyata," ujar Elon Musk. "Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan bagiku dan semua orang di SpaceX, ini buah dari kerja keras orang-orang cerdas selama ini."

Peluncuran Crew Dragon adalah pencapaian prestisius bagi SpaceX setelah berbagai usaha mereka yang gagal. Tahun 2015 lalu, roket Falcon meledak setelah 139 detik diluncurkan ke angkasa.

Tahun 2019, Crew Dragon bahkan hancur dalam sebuah ledakan saat ujicoba di Tanjung Canaveral. Terakhir, Jumat (29/05) lalu purwarupa dari pesawat Starship, generasi pesawat luar angkasa berikutnya kreasi SpaceX juga meledak dalam ujicoba penerbangan di Texas. (*)

Related Articles
Interest
Ada "Dinosaurus" Numpang di Penerbangan Luar Angkasa NASA x SpaceX

Tech
SpaceX Sukses Luncurkan ANASIS-II, Satelit Militer Korsel ke Orbit Bumi

Tech
Crew Dragon Sukses Daratkan Kembali Bob dan Doug di Bumi