Current Issues

Ingin Pakai Jasa Ojol Saat New Normal? Ini Yang Harus Diperhatikan

Dwiwa

Posted on May 31st 2020

 Antara Foto/ Yulius Satria Wijaya

Akan ada banyak hal yang berubah dalam kehidupan new normal pasca pandemi Covid-19. Berbagai protokol baru harus dilakukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bahkan termasuk ketika kita akan menggunakan jasa ojek online (ojol).

Perusahaan ojek online Grab yang berbasis di Singapura tengah mempersiapkan armadanya sebelum kembali beroperasi di Manila, Filipina. Persiapan itu dilakukan menyusul akan dilonggarkannya aturan lockdown di negara tersebut mulai 1 Juni mendatang.

Menurut pimpinan Grab di Filipina, Brian Cu, persiapan ini dimaksudkan untuk memenuhi standar physical distancing yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Grab, dan juga pelayanan jasa mobil lain, telah dilarang beroperasi sejak 16 Maret ketika Presiden Filipina Duterte mendeklarasikan lockdown di Luzon yang kemudian diperluas ke berbagai wilayah di negara tersebut.

Dalam peraturan baru Grab, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon penumpang. Disebutkan jika warga lansia, di bawah 21 tahun, orang sakit dan perempuan hamil “sangat dianjurkan” untuk tidak pergi, sesuai dengan pengecualian dari Inter-Agency Task Force tentang Kedaruratan Penyakit Infeksi.

Pengaturan standar lain seperti wajib menggunakan masker, melakukan disinfeksi setiap selesai melakukan satu perjalanan, dan menggunakan pembayaran digital melalui GrabPay atau kartu kredit dan debet.

Namun ada satu hal lain yang mungkin cukup berbeda, hanya pengemudi yang diperbolehkan membuka dan menutup pintu. Para pelanggan juga tidak boleh memesankan untuk orang lain, agar memudahkan pelacakan jika sesuatu terjadi. Pemesan wajib menunjukkan kode pemesanan kepada pengemudi.

Setiap mobil juga hanya diperbolehkan mengangkut dua penumpang sekaligus dan keduanya harus duduk disamping jendela di kursi belakang. Jika pengemudi tidak menggunakan masker, pelanggan diperkenankan untuk membatalkan pesanan.

Semenatara itu, di Indonesia pun akan diberlakukan peraturan baru bagi para penumpang yang ingin menggunakan jasa ojek online (ojol). Dilansir dari Katadata, Grab Indonesia pun  akan melakukan penyesuaian jika PSBB telah dilonggarkan dan armada mereka diperbolehkan mengangkut penumpang kembali.

Meski tidak disebutkan secara spesifik penyesuaian yang dilakukan, Grab berjanji akan melakukan pemantauan prosedur kesehatan para mitra saat new normal diterapkan. Hal serupa juga diungkapkan oleh perusahaan ojol yang berbasis di Indonesia Gojek.

Mereka menyebut jika sejak awal pandemi Covid-19 telah melakukan berbagai penyesuaian layanan agar mitra dan juga pelanggan tetap bisa menggunakan jasa mereka dengan nyaman. Inovasi yang mengedepankan keamanan, kesehatan dan kebersihan pun akan terus dilakukan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga telah menghimbau agar para pengguna jasa ojek online membawa helm sendiri.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan  Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Orang Amerika yang Sudah Divaksin Bisa Lepas Masker tapi Dengan Syarat Ini...

Current Issues
Siswa di Wuhan, Kota Pertama Ditemukannya Covid-19, Kembali Sekolah

Current Issues
Tanpa Prom, Sekolah di AS Punya Berbagai Cara Unik Rayakan Kelulusan