Current Issues

Setelah Sempat Dibuka, Sekolah di Korsel Tutup Lagi Akibat Adanya Infeksi Baru

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 30th 2020

Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling awal melonggarkan aturan lockdown. Kebijakan pelonggaran itu salah satunya dengan membuka kembali sekolah, museum, dan bioskop. Sayangnya, pelonggaran tersebut hanya berlangsung beberapa hari saja.

Jumat (29/05) lalu, lebih dari 500 sekolah di Korea Selatan ditutup kembali karena terjadi peningkatan jumlah infeksi Covid-19 pasca pelonggaran PSBB. Penutupan sekolah tersebut disusul dengan penutupan taman, museum, butik dan bioskop milik pemerintah di wilayah metropolitan Seoul. Penutupan fasilitas-ffasilitas publik ini akan terus berlangsung hingga 2 pekan ke depan.

Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung-hoo mengumumkan hal tersebut pada Kamis (28/09) sebelumnya. Ia juga menyarankan agar internet cafe dan sekolah swasta untuk ikut ditutup dan segala aktivitas di ruang publik dihentikan sementara hingga 14 Juni mendatang.

Tanpa disangka, pelonggaran lockdown oleh Pemerintah Korea Selatan justru membuka gelombang wabah kedua. Termasuk di pusat perbelanjaan logistik di Bucheon. Hampir sebanyak 100 kasus infeksi berhubungan dengan pusat perbelanjaan ini.

Hingga kini, terdapat 3.836 orang dari total 4.351 orang pekerja dan pengunjungnya yang mengikuti rapid test. Semua pekerja, maupun murid dan pengajar sekolah yang tinggal bersama dengan para pekerja pusat logistik tersebut diharuskan mengarantina diri secara mandiri.

Wakil Menteri Pendidikan Korea Selatan, Park Baeg-beom mengimbau seluruh institusi pendidikan untuk mengalihkan sistem pembelajaran menjadi remote-learning. Hingga Kamis lalu, sebanyak 838 sekolah di seluruh Korea telah menunda pembukaan kembali dan lanjut melakukan pembelajaran online.

Sejauh ini kasus Covid-19 di Korea Selatan tercatat ada 11.402 jumlah kasus. Sebanyak 269 kasus berujung dengan kematian dan 770 pasien dalam pengawasan.

Korea Selatan sejauh ini menjadi percontohan bagi negara-negara lain dalam menangani pandemi karena kesigapan pemerintahnya dalam mencegah penyebaran wabah, baik melalui pengadaan tes bagi semua warganya maupun penerapan program karantina secara ketat.

Kemunculan gelombang kedua wabah di Korea Selatan seharusnya dapat menjadi pembelajaran bagi negara lain dalam merencanakan pelonggaran PSBB, termasuk Indonesia yang bahkan belum memasuki fase antiklimaks dalam pandemi Covid-19.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Indonesia Akan Ajak Kerjasama Negara Lain untuk Buat Vaksin. Siapakah Mereka?

Current Issues
Kasus Terus Melonjak Meski Jakarta Terapkan PSBB Ketat

Current Issues
Studi: Kasus Varian Delta Miliki Viral Load 300 Kali Lebih Tinggi