Lifestyle

Penelitian: Campurkan Rempah ke Makanan Dapat Bantu Ringankan Peradangan

Dwiwa

Posted on May 29th 2020

Rempah-rempah memang telah menjadi salah satu bumbu masakan yang membuat makanan jadi semakin lezat. Indonesia sendiri memiliki berbagai jenis makanan yang banyak memanfaatkan rempah-rempah untuk memperkaya rasa masakan, seperti misalnya masakan asal Aceh, Padang, masakan Jawa, dan lain-lain.

Tapi nih ternyata, selain membuat berbagai masakan jadi semakin memanjakan lidah, rempah-rempah ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan lho guys. Dilansir dari ScienceDaily, sebuah penelitian Penn State baru-baru ini menunjukkan jika rempah-rempah ternyata dapat meringankan peradangan nih.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti merekrut 12 pria berusia antara 40 hingga 65 tahun dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan setidaknya memiliki faktor risiko pada penyakit kardiovaskuler.Orang-orang ini dipilih karena di dalam demografi mereka cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penurunan kesehatan.

Dalam sebuah penelitian yang terkontrol, peneliti menemukan jika para partisipan yang diberi makanan tinggi lemak dan karbohidrat dengan tambahan 6 gram campuran rempah memiliki peradangan yang lebih ringan dibanding yang tidak ditambahkan rempah.

Campuran rempah yang digunakan merupakan kombinasi dari basil, daun salam, lada hitam, kayu manis, ketumbar, jintan, jahe, oregano, peterseli, lada merah, rosemary, thyme dan kunyit. Meski begitu, penelitian ini tidak bisa menentukan jenis rempah mana yang paling berpengaruh, meskipun campuran tersebut bermanfaat.

Menurut associate proffesor ilmu gizi Connie Rogers, beberapa penelitian sebelumnya juga telah menghubungkan berbagai jenis rempah yang berbeda seperti jahe dan kunyit dengan sifat anti-inflamasi.

“Jika rempah-rempah cocok untuk kalian, ini mungkin menjadi cara untuk membuat makanan tinggi lemak atau tinggi karbohidrat lebih menyehatkan. Kita tidak bisa mengatakan dari penelitian ini jika itu adalah salah satu rempah khusus, tetapi campuran khusus ini tampaknya bermanfaat,” ujar Roger.

Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti telah menemukan jika peradangan dapat meningkat setelah seseorang makan makanan tinggi lemak atau gula. Meskipun belum jelas apakah ledakan singkat ini, yang disebut peradangan akut, dapat menyebabkan peradangan kronis, Roger mengatakan mereka dicurigai memainkan faktor, terutama pada orang kelebihan berat atau obesitas.

Sementara para peneliti tidak dapat memastikan rempah mana yang berkontribusi memberikan efek, atau mekanisme seperti apa yang bekerja, Roger mengatakan jika hasil menunjukkan jika rempah-rempah memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengimbangi peradangan yang disebabkan oleh tingginya asupan makanan tinggi lemak dan karbohidrat.

Roger menambahkan jika dirinya dan rekan-rekannya akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dampak rempah-rempah dalam pola makan dalam periode waktu yang lama dan dalam populasi lebih beragam. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Nutrition.(*)

Related Articles
Current Issues
Kasus Kematian Covid-19 Pada Anak di Indonesia Tinggi, Apa Sebabnya?

Lifestyle
Banyak Warganya Obesitas, Pemerintah Inggris Batasi Iklan Makanan Tidak Sehat

Lifestyle
Mikey Halim, Pemuda Indonesia yang Viral karena Desain Jersey NBA x Superhero