Current Issues

Mengenal Api Zombi yang Membakar Lahan Gambut di Greenland

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 28th 2020

 

Kebakaran hutan memang tidak memandang letak geografis, apalagi batas teritorial suatu negara. Tak hanya Indonesia, Brazil dan Australia, kebakaran hutan ternyata juga melanda wilayah Arktik yang berada dekat dengan Kutub Utara, termasuk Greenland.

Berbeda dengan Indonesia yang terselamatkan oleh musim hujan, beberapa titik api di Greenland masih bertahan sampai sekarang karena perubahan iklim yang menyebabkan musim semi yang kering di panas di belahan bumi Utara. Ilmuwan menyebut api kebakaran ini sebagai "api zombi".

"Kami telah melakukan observasi satelit terhadap titip api, dan menyimpulkan bahwa api zombie kemungkinan kembali menyala," ujar Mark Parrington, peneliti senior sekaligus pakar kebakaran hutan dari Copernicus Atmospheric Monitoring Service, Uni Eropa.

Titik-titik api tersebut tampak terkonsentrasi pada area yang terbakar pada musim panas tahun lalu. Musim panas 2019 merupakan musim panas yang berat bagi wilayah utara bumi yang melintang dari Siberia ke Alaska, karena skala kebakaran hutan yang tidak terduga.

Bulan Juni 2019, kebakaran lahan di Arktik diestimasikan telah melepas 50 juta ton karbon dioksida (CO2) ke atmosfer bumi, atau setara dengan emisi tahunan Swedia.

"Ini adalah efek kumulatif dari kebakaran lahan di Arktik tahun lalu, yang kemungkinan akan menjadi pemicu bagi kebakaran berikutnya di tahun ini dengan skala yang besar dan durasi yang lama, pada wilayah yang sama," tutur Parrington.

"Terjadi penghangatan suhu yang dahsyat di Arktik yang membuat lahan mengering, sehingga lahan gambut menjadi mudah terbakar," jelas Mike Waddington, pakar ekosistem air dari Universitas McMaster Kanada.

"Api zombi adalah sebutan untuk api yang menyala di lapisan bawah lahan gambut, lalu bertahan untuk waktu yang lama sebelum kembali muncul ke permukaan setelah satu periode waktu."

Fenomena yang sama juga kerap terjadi di negara berlahan gambut seperti Brazil dan Indonesia. Tahun lalu, Indonesia dilanda bencana kebakaran dan kabut asap yang bukan hanya mengancam kesehatan, tetapi juga nyawa manusia dan satwa yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran hutan.

Berbeda dengan lahan gambut Indonesia yang kembali basah terendam air di musim hujan, rawa gambut di negara-negara Arktik ternyata "menyimpan api" yang dapat bertahan di bawah tanah dan melewati musim dingin.

Selain dinamai api zombi, api yang menyebabkan kebakaran lahan ini juga disebut para ilmuwan dengan nama "api holdover". Kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak perubahan iklim yang mempercepat pelelehan es di Greenland, menjadi 600 triliun ton per tahun. (*)

Related Articles
Current Issues
Akibat Climate Change, Beruang Kutub Makin Kurus dan Susah Berkembang Biak

Current Issues
Dalam 36 Tahun Terakhir, Warna Sungai di AS Berubah dari Biru Menjadi Kuning

Current Issues
Warga Norwegia Bangun Hotel untuk Spesies Burung yang Terancam Punah