Interest

Luncurkan Nugget Vegetarian, Kupon Preorder di KFC Tiongkok Langsung Ludes

Delima Pangaribuan

Posted on May 27th 2020

 (Mothership Singapore)

Selain minuman kopi rasa obat anti serangga, KFC di Tiongkok juga lagi mengadakan trial buat menu makanan baru. Yakni nugget vegetarian. Melansir portal Mothership, menu baru nugget yang terbuat dari bahan-bahan nabati ini langsung menarik perhatian konsumen. Bahkan sudah habis sebelum dijual! Lho kok?

Yup, KFC Tiongkok menerapkan sistem preorder untuk menu baru nugget sayur ini. Konsumen yang mau mencoba nugget sayur harus beli kupon dulu di aplikasi KFC. Dalam satu jam pertama sejak diluncurkan, kupon presale dengan harga lebih murah sudah terjual habis!
 
Itu baru di gerai KFC yang ada di Shanghai aja. Dalam waktu 4 hari, sebanyak 7 ribu lebih kupon sudah terjual.
 

Gimana nggak cepat habis,  harganya murah banget untuk ukuran restoran cepat saji kayak KFC. Khusus presale, nugget satu porsi bisa dibeli dengan harga 1,99 yuan atau sekitar Rp 4.200 saja. Satu porsi isi lima nugget.
 
Kalau biasanya kita makan nugget ayam atau ikan, nugget yang satu ini 100 persen terbuat dari bahan-bahan nabati. Bahan utamanya tepung, kacang kedelai, dan kacang polong. Teksturnya sendiri agak mirip nugget ikan, gampang hancur di mulut. 
 
Belum semua gerai KFC di Negeri Tirai Bambu menyediakan menu ini. KFC baru menguji coba menu tersebut di cabang-cabang yang ada di Shenzhen, Shanghai, dan Guangzhou.

 
Kalau responnya positif, maka KFC bakal memperluasnya ke daerah lain. Mengingat masyarakat Tiongkok sekarang lagi gemar makanan "daging" vegetarian.
 
 
CEO Yum China Joey Wat mengatakan menu baru ini juga menyesuaikan dengan berkembangnya pasar daging vegetarian di Tiongkok.
 
"Uji coba menu KFC Plant-Based Nugget melayani perkembangan pasar Tiongkok terhadap alternatif daging. Kami yakin uji coba dengan salah satu produk KFC paling ikonik ini bisa membawa tren makan daging vegetarian ke level baru," jelas Joey.
 
Tren ini juga berkembang karena adanya kekhawatiran orang-orang akan kemungkinan persebaran virus baru dari hewan. Kementerian kesehatan setempat juga sedang menjalankan program untuk mengurangi konsumsi daging hewan. Targetnya, konsumsi daging hewan bisa berkurang hingga 50 persen pada tahun 2030.
 
Tujuan pengurangan konsumsi makanan hewani ini utamanya untuk menghindari obesitas. Sekaligus menjaga kelestarian Bumi dari bahaya emisi gas buang akibat produksi daging hewan. (*)
 
Related Articles
Interest
Keren! Sandal 'Colonel Sanders' KFC x Sandalboyz Dipakai Bintang NBA

Interest
KFC Tiongkok Kolab Bareng Produsen Obat Serangga! Kira-Kira, Apa Produknya Ya?

Current Issues
Memperingati November Sebagai Bulan Vegan Dunia