Tech

Sejumlah Negara di Eropa Mulai Pakai Teknologi Pelacakan Covid-19 Google x Apple

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 26th 2020

Pandemi Covid-19 memang membuat banyak pemimpin-pemimpin negara di dunia harus berpikir taktis dan cepat dalam mencegah negara mereka terdampak terlalu parah. Salah satu langkah paling hi-tech yang bisa diambil mungkin adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi paling canggih yang ada untuk memantau perkembangan Covid-19 di negara mereka.

Empat negara yang baru-baru ini mengambil langkah tersebut adalah Jerman, Swiss, Latvia dan Estonia. Keempat negara Eropa ini menjadi empat negara pertama yang mengadopsi teknologi Google dan Apple dalam mengatasi Covid-19 di negara mereka. Seperti diketahui, Google dan Apple kompakan berkolaborasi membuat teknologi pelacakan pasien Covid-19 dengan memanfaatkan fitur bluetooth.

Baca juga: Apple dan Google Bikin Alat Tracing Covid-19 Pakai Smartphone 

Teknologi dari Google dan Apple ini mulai dibreakdown oleh negara-negara itu untuk dikembangkan lagi sebagai aplikasi yang lebih spesifik. 

Latvia memulai hal tersebut dengan membuat aplikasi bernama Apturi Covid (Stop Covid) dikembangkan dengan menggunakan teknologi API yang diluncurkan Google dan Apple pekan lalu.

Kebijakan yang dilakukan Latvia sebelumnya juga telah dilakukan oleh Jerman, dan disusul juga oleh Swiss dan Estonia. "Koalisi dadakan" antar negara Eropa ini kemungkinan dapat berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah negara Eropa yang mengadopsi sistem API gubahan Apple dan Google tersebut untuk membuat aplikasi nasional mereka sendiri. 

Apple sendiri mengonfirmasi bahwa saat ini sudah ada 22 negara di dunia yang sepakat untuk mengadopsi teknologi mereka, tapi belum ada informasi lebih jauh soal hal tersebut.

Pemanfaatan aplikasi untuk memantau perkembangan Covid-19 oleh pemerintah suatu negara bukan inovasi baru lagi. Sebelumnya Tiongkok, dengan aplikasi buatan Tencent telah jauh lebih dulu mengintegrasikan fitur pemantauan infeksi Covid-19 dengan database raksasa mereka yang mencatat data penduduk Tiongkok.

Lalu, Perancis dan Inggris juga telah mengembangkan aplikasi nasional mereka. Apakah Indonesia akan mengambil langkah yang sama? Kita tunggu saja sama-sama, ya. Yang penting kita sendiri harus secara mandiri menjaga diri, salah satunya dengan tetap berada di rumah, pakai masker jika keluar rumah, dan jaga jarak fisik.(*)

Related Articles
Interest
Google Update Maps-nya untuk Permudah Cari Layanan Kesehatan Online

Interest
Tak Hanya Nyawa, Pandemi Covid-19 Juga Bisa Bunuh Privasi

Current Issues
Awas Jangan Sembarangan! Ini 3 Cara Bersihkan Ponselmu dari Coronavirus