Current Issues

Kasus Covid-19 Menurun di Beberapa Negara, WHO Peringatkan “Gelombang Kedua”

Dwiwa

Posted on May 26th 2020

Berbagai negara di dunia mulai melonggarkan aturan lockdown seiring dengan jumlah kasus yang semakin menurun. Meski begitu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jika “gelombang kedua” bisa saja segera datang jika pemerintah setempat terlalu gegabah. 

Dilansir dari Reuters, Kepala Kedaruratan WHO dokter Mike Ryan mengatakan jika dunia masih berada di tengah-tengah gelombang pertama penyebaran virus corona. Meskipun kasus-kasus menurun di banyak negara, tetapi juga ada peningkatan di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Selatan dan Afrika.

Di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 juga masih belum terlihat ada penurunan. Hingga berita ini diturunkan, ada 22.750 orang yang sudah terkonfirmasi positif dengan 1.391 diantaranya meninggal dunia. Penambahan kasus baru setiap harinya pun masih berada diatas angka seratus.

Menurut Ryan, epidemi sering datang dalam beberapa gelombang. Artinya, outbreaks bisa kembali akhir tahun di tempat yang telah berhasil melewati gelombang pertama. Ada juga kemungkinan jika tingkat infeksi dapat meningkat lagi, bahkan lebih cepat jika langkah-langkah yang diterapkan pada gelombang pertama dilonggarkan terlalu dini.

“Ketika kita berbicara tentang gelombang kedua, secara klasik apa yang sering kami maksudkan adalah adanya gelombang pertama penyakit dan kemudian kambuh lagi berbulan-bulan kemudian. Dan itu mungkin menjadi kenyataan untuk banyak negara beberapa bulan mendatang,” ujar Ryan.

Dia menambahkan jika semua orang harus menyadari fakta jika penyakit ini dapat melonjak kapan saja. Kita tidak bisa berasumsi hanya karena penyakit (Covid-19) mulai terlihat menurun saat ini berarti trennya akan terus menurun. Masih ada waktu beberapa bulan untuk bersiap menghadapi gelombang kedua. 

Dia mengatakan jika negara di Eropa dan Amerika Utara harus terus melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti langkah pengawasan, pengujian, dan strategi komprehensif lain agar kasus bisa terus menurun dan gelombang kedua ini tidak segera datang.

Negara-negara di Eropa dan Amerika telah mengambil langkah untuk menghentikan lockdown yang selama ini diberlakukan untuk memutus rantai penularan virus corona. Kebijakan ini diambil karena meski dapat memutus rantai penularan, tetapi lockdown juga menimbulkan kerusakan parah pada perekonomian.

Indonesia sendiri tengah mengkaji wacana memulai menjalani kehidupan new normal pada Juni ini. Beberapa wacana untuk kembali membuka pusat keramaian seperti mall hingga tempat wisata pun ramai menjadi perbincangan di jagat media sosial.

Kapanpun new normal ini akan resmi diberlakukan di Indonesia, hal terpenting adalah selalu mematuhi protokol kesehatan yang sudah diberlakukan. Mengapa ini penting? Kalian bisa baca Panduan Keluar Rumah

Artikel Terkait
Current Issues
Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 100.000, Protokol Kesehatan Harus Lebih Dipatuhi

Current Issues
WHO Sarankan Anak Muda Tunda Aktivitas Kumpul Bareng dan Pesta-Pesta

Current Issues
Covid-19 Global Tembus 10 Juta Kasus, Hampir 500 Ribu Penderita Meninggal Dunia