Current Issues

Pindah Lagi, Kini Titik Pusat Pandemi Covid-19 Berada di Brasil

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 25th 2020

Episentrum dari pandemi Covid-19 kini kembali berpindah. Setelah dulunya di Tiongkok, Italia, dan Amerika Serikat, kini menurut World Health Organization (WHO), Brasil yang menjadi pusat pandemi.

"Amerika Selatan telah menjadi episentrum baru bagi penyakit ini. Kami melihat sejumlah kasus meningkat di banyak negara Amerika Selatan, dan yang paling terdampak adalah Brazil," terang Ketua Program Darurat WHO, dr. Michael Ryan pada sebuah konferensi pers di Jenewa, Swiss, Jumat (22/05) lalu.

"Kebanyakan kasus tercatat di wilayah Sao Paulo, tapi rasio jumlah penderita tertinggi (terdapat) di Amazonas, di mana sekitar 490 orang dalam setiap 100.000 penduduknya terinfeksi," ujar Ryan.

Universitas John Hopkins melaporkan bahwa Brasil kini memiliki lebih dari 330.000 kasus. Dan jumlah kematiannya tembus 21.000 korban jiwa. Jumlah itu menempatkan negara ini ke peringkat ketiga dunia dalam hal jumlah kasus Covid-19, setelah Amerika Serikat dan Rusia.

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro dinilai bertanggung jawab terhadap meledaknya jumlah kasus Covid-19 di Brazil. Selain menyepelekannya dengan menyebut Covid-19 sebagai "flu ringan", ia juga melarang para gubernur yang mencoba melakukan pembatasan aktivitas di ruang publik, termasuk aktivitas ekonomi.

"Virus ini tidak pandang bulu," ujar Bruno Almeida de Mello, pengemudi Uber di Brazil, sesaat setelah pemakaman neneknya yang meninggal karena diduga terjangkit Covid-19. "Virus ini menyerang siapapun, tanpa memandang ras, kaya-miskin, warna kulit. Ini penyakit yang kejam," ungkapnya kesal.

Meski dimakamkan dengan catatan medis "terduga penderita Covid-19", nenek De Mello tidak sempat melalui tes yang memadai untuk membuktikan hal tersebut. Hal itu dikarenakan kapasitas rumah sakit di seluruh Brasil yang kini telah mencapai titik maksimalnya. Kematian nenek De Mello pun tidak tercatat ke dalam hitungan resmi WHO tentang jumlah kasus Covid-19 di Brasil.

Brasil tidak sendirian. Di Amerika Selatan, negara lain seperti Meksiko dan Peru pun kini berjuang melawan pandemi Covid-19. Coronavirus diduga menyebar lewat pasar makanan dan bank yang tetap beroperasi selama pandemi.

Meksiko mencatatkan 62.500 jumlah kasus Covid-19 dengan angka kematian 6.900 jiwa. Sementara Peru memiliki 111.000 kasus Covid-19 dan 3.200 angka kematian. Meski demikian, pemerintah setempat menilai bahwa angka sesungguhnya masih lebih tinggi, mengingat belum banyak jumlah tes yang dilakukan.

Nah, kita tidak ingin kan Indonesia menjadi seperti itu. Jadi, kuncinya tetap pada kedisiplinan kita masing-masing. Kebijakan pemerintah seperti apapun kalau tidak dipatuhi ya tidak akan berhasil. Yang sabar melakukan physical distancing ya.(*)

Related Articles
Current Issues
Belum Berakhir, Ahli Prediksi Pandemi Covid-19 Dapat Berlangsung Hingga 2 Tahun

Current Issues
AS Keluarkan Izin Pemakaian Remdesivir untuk Tangani Pasien Covid-19

Current Issues
Dibuka Perdana 11 Mei, Tiket Disneyland Shanghai Ludes dalam 3 Menit