Current Issues

Ancaman Penjara 1 Tahun Bagi yang Sebarkan Foto Kecelakaan Kobe Bryant

Tora Nodisa

Posted on May 21st 2020

Berhati-hatilah bila mengabadikan tindak kriminal dan kecelakaan. Apalagi sampai menyebar foto-foto korban. Sebab, selain kurang nyaman bagi yang melihat, foto-foto korban kecelakaan akan membuat hati keluarga yang ditinggalkan semakin hancur.

Baru-baru ini ada kasus terkait hal tersebut. Kasus ini berawal dari Wakil Sheriff Los Angeles County yang dituduh menyebarkan foto-foto kecelakaan helikopter mega bintang NBA, Kobe Bryant. Foto-foto tersebut diambil dengan perangkat pribadi, bukan dari kamera atau perangkat petugas resmi.

Setelah diselidiki, ada delapan deputi sheriff Los Angeles County yang terlibat kasus tersebut. Mereka mengambil foto dengan perangkat pribadi dan membagi foto-foto tersebut.

Foto yang dibagikan ini meliputi lokasi kecelakaan, kondisi pasca-kecelakaan, dan korban-korban. Pengacara Vanessa Bryant, istri mendiang Kobe, dalam sebuah wawancana menyebut hati Vanessa hancur mengetahui ada pihak yang sengaja membagi foto-foto tersebut.

Akhirnya Majelis California kini sedang menyiapkan Assembly Bill (Rancangan Undang-Undang) nomor 2655 yang isinya tentang hukuman terhadap orang yang menyebarkan foto kriminalitas dan kecelakaan.

Perbuatan tersebut dianggap melanggar hukum dan dikenai sanksi penjara satu tahun dan denda USD 5 ribu. Undang-undang tersebut juga mencakup penyebaran foto-foto kecelakaan legenda basket Kobe Bryant.

"Undang-undang ini sangat penting. Sebab bisa memberikan ketenangan bagi keluarga atau orang-orang terdekat yang mengalami tindak kriminal, atau tewas dalam kecelakaan. Hukuman tersebut akan membuat responden pertama (pengambil gambar) akan bertanggung jawab, serta menghormati privasi keluarga," ungkap Sheriff Los Angeles, Alex Villanueva.

Pekan lalu, Alex Villanueva mengadakan pertemuan dengan wartawan. Dalam pertemuan tersebut, ada seorang wartawan yang bertanya tentang kebocoran foto kecelakaan Kobe Bryant, yang sumbernya dari pihak kepolisian.

"Informasi tersebut sudah kami kembangkan dan kini sudah selesai. Kami juga akan membagi hasil investigasi yang kami lalukan ke publik, sehingga semua orang bisa mengetahui hasilnya. Tentunya disertai batasan-batasan yang seharusnya tidak ditayangkan pada publik," kata Villanueva.

Kobe Bryant, putrinya Gianna, dan beberapa orang lainnya, menjadi korban kecelakaan helikopter pada 26 Januari 2020. Helikopter nahas tersebut menabrah lereng bukit Calabasas yang menyebabkan semua korban tewas seketika.(tor)

Foto: NBA

Related Articles
Current Issues
Seekor Hiu Putih Meksiko Dinamai Kobe Bryant

Current Issues
Pesan Damai Vanessa Bryant untuk Aksi "I Cant't Breathe" George Floyd

Current Issues
Kobe Bryant dan Anaknya Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Helikopter