Current Issues

New York Gunakan Lampu Ultraviolet Untuk Disinfeksi Subway, Bus, dan Stasiun

Dwiwa

Posted on May 21st 2020

Metropolitan Transportation Authority (MTA) meluncurkan pilot project yang memanfaatkan lampu ultraviolet (UV) untuk mendisinfeksi kereta bawah tanah (subway) dan bus.

Dalam tahap pertama, mereka menggunakan 150 perangkat mobile yang memancarkan sinar UV untuk mematikan virus yang mungkin ada di kereta bawah tanah, bus, dan stasiun kereta bawah tanah. 

Kemudian pada fase kedua, peralatan difokuskan di komuter Metro-North dan Long Island Rail Road. MTA mengatakan jika langkah tersebut akan menghabiskan dana USD 1 juta atau sekitar Rp 14,5 miliar. 

Dilansir dari The Verge, upaya ini merupakan bagian kemitraan dari MTA dan Columbia University. Ilmuwan di kampus tersebut meyakini jika sinar UV dapat digunakan untuk membunuh bakteri atau virus penyakit di sistem pengangkutan.

MTA akan menggunakan peralatan tersebut di malam hari. Selama empat jam, seluruh sistem kereta bawah tanah akan ditutup. Dan segala sudut kereta akan didisinfeksi menggunakan sinar UV. Ini merupakan langkah yang belum pernah dilakukan. 

“Lampu UV yang akan digunakan dalam program disinfeksi kereta bawah tanah dan bus ini sangat efisien dalam membunuh virus yang menyebabkan Covid-19," kata David Brenner, direktur dari Columbia University Center for Radiological Research dalam sebuah pernyataan.

"Apa yang kami lakukan adalah menurunkan jumlah virus di kereta bawah tanah, dan karenanya mengurangi risiko seseorang terkena Covid-19 di kereta bawah tanah,” lanjutnya. 

Lampu berkepala dua ini dibeli dari startup Puro Lighting yang berbasis di Denver, yang mengatakan jika lampu UV ini efektif melawan virus kelas 2 dan 3, termasuk virus corona, SARS, Influenza, dan Ebola.

Lampu memancarkan sinar yang disebut UVC, bagian obscure relatif dari spektrum yang terdiri dari panjang gelombang cahaya yang lebih pendek dan lebih energik. Namun cahaya ini dapat berbahaya jika sampai terkena langsung pada manusia.

MTA juga mengatakan jika membutuhkan protokol ketat untuk memastikan keamanan pegawai dan pelanggan.

UVC memang cukup baik dalam membunuh material organik, baik pada manusia atau partikel virus, dan beberapa ahli percaya jika ini dapat efektif menghancurkan novel coronavirus.

Selama ini, lampu dan robot UVC biasa digunakan untuk membersihkan air, benda-benda di laboratorium, dan ruang-ruang di bus dan pesawat. Jika hasilnya bagus, pejabat terkait akan memperluas penggunaannya ke lebih banyak kereta dan bus.

Awal bulan ini, Gubernur New York Andrew Cuomo dan Walikota New York Bill de Blasio mengumumkan jika pelayanan kereta bawah tanah akan ditutup pukul 01.00 sampai 05.00 pagi mulai dari 6 Mei untuk upaya disinfeksi.

MTA telah melaporkan penurunan penumpang hingga 90 persen semenjak pandemi mulai muncul. Namun jumlah ini semakin meningkat secara perlahan seiring warga New York yang semakin percaya untuk menaiki transportasi publik.

Banyak pekerja penting masih bergantung pada MTA untuk berangkat dan pulang ke tempat kerja setiap hari. Hingga saat ini, 120 pegawai MTA telah meninggal akibat virus. (*)

Related Articles
Current Issues
Peneliti Inggris: Bilik Disinfeksi Bisa Berbahaya Jika Terhirup dan Kena Mata

Current Issues
Tak Hanya Paru-Paru, Penelitian Ini Sebut Covid-19 Bisa Merusak Organ Lain

Current Issues
Tanpa Prom, Sekolah di AS Punya Berbagai Cara Unik Rayakan Kelulusan