Tech

Twitter Punya Fitur Baru. Pengguna Bisa Batasi Siapa Saja yang Boleh Reply Tweet

Dwiwa

Posted on May 21st 2020

 

Baru-baru ini, Twitter tengah menguji coba pengaturan yang memungkinkan penggunanya dapat memilih siapa saja yang bisa membalas tweet dan bergabung dalam obrolan.

Dilansir dari Cnet, sebelum menggungah tweet, pengguna bisa memilih tiga opsi siapa yang bisa membalas. Yakni semua orang di Twitter (yang akan menjadi pengaturan default), hanya orang yang di-follow, atau hanya orang yang disebutkan.

Jika memilih dua opsi terakhir, tweet kalian akan diberi label dan ikon balasan akan berwarna abu-abu, jadi orang akan melihat jika mereka tidak bisa membalas. Meski tidak dapat membalas, mereka tetap bisa melihat, me-retweet, me-retweet dengan komentar atau menyukai tweet kalian.

Hanya sekelompok orang tertentu saja yang bisa menggunakan pengaturan baru ini, baik di aplikasi Twitter untuk iOS dan Android atau versi web-nya. Masih belum jelas kapan fitur ini diluncurkan dan dapat dinikmati semua pengguna.

Twitter awalnya mengungkapkan rencana untuk memberikan pengguna lebih banyak kontrol atas siapa yang dapat membalas tweet pada Januari lalu di event CES 2020. Membatasi balasan dapat melindungki kita dari perundungan online dan membuat percakapan di platform tersebut lebih mudah diikuti.

Langkah ini juga dapat menciptakan lebih banyak “filter bubbles”, dimana pengguna hanya akan mendapat feed konten sesuai sudut pandangnya.

American Civil Liberties Union dan lainnnya mengemukakan kekhawatiran jika alat ini dapat disalahgunakan oleh pejabat publik.

“Secara umum, langkah Twitter dalam kontrol pengguna adalah hal baik. Tetapi pejabat publik akan melanggar First Amandment jika mereka menggunakan fitur ini untuk memblokir orang-orang berbicara di akun apapun,” ujar Vera Eidelman, staf pengacara dengan ACLU Speech, Privacy, and Technology Project.  

“Pejabat publik juga tidak boleh menggunakan alat ini untuk menentukan siapa yang bisa dan tidak bisa membalas akun yang telah mereka buat untuk permintaan bantuan pemerintah, yang mungkin meningkat karena Covid-19,” lanjutnya.

Kayvon Beykopur, yang mengawasi tim produksi Twitter, mengatakan bahwa pihaknya terus mengkaji kemungkinan risiko yang dapat terjadi. (*)

Related Articles
Tech
Twitter Berlakukan WFH Permanen untuk Karyawannya

Lifestyle
Penata Rambut di Kenya Ciptakan Model Rambut Mirip Coronavirus

Interest
Usia Senja Tak Halangi Dokter Handoko Gunawan Bantu Tangani Pasien Coronavirus