Current Issues

Pria Asal Inggris Buat Tirai Pelukan Agar Dapat Memeluk Sang Nenek Saat Pandemi

Dwiwa

Posted on May 19th 2020

Seorang pria asal Inggris, Anthony Cauvin, 29, berhasil menemukan cara agar bisa memeluk nekeknya dengan aman di tengah pandemi Covid-19.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai plasterer (tukang plester dinding, dll) ini berubah menjadi penemu setelah menciptakan 'tirai pelukan' yang dianggap sebagai cara cerdik untuk mengakali aturan social distancing. 

Dilansir dari Metro, 'tirai pelukan'  yang dibuat Anthony berbahan tirai kamar mandi yang dimodifikasi dengan menambahkan tangan. Tirai kamar mandi yang transparan tersebut dilengkapi dengan lengan panjang yang aman di kedua sisi. Dengan begitu, dua orang bisa berhadapan dan berpelukan tanpa melakukan kontak kulit atau nafas

Sebelum menggunakannya untuk memeluk sang nenek, Anthony lebih dulu mencobanya dengan sang istri Miriam. “Kami terkikik dengan hal itu tetapi berpikir ini mungkin benar-benar bisa bierhasil,” ujarnya pada Sky News.

Momen bersejarah itu pun tiba. Antony akhirnya bisa memeluk Lily. Miriam mengabadikan momen mengharukan tersebut. Video itu pun diunggah di Facebook dan telah dibagikan lebih dari 162 ribu kali dengan jutaan penayangan.

Gambar itu memperlihatkan kebahagiaan Lily ketika dirinya bisa kembali memeluk sang cucu setelah berbulan-bulan menjaga jarak. Mereka bisa melepaskan rasa kangen tanpa ketakutan akan menyebarkan virus. 

Berdasar keterangan Anthony, lengan dan tirai tersebut selalu didisinfeksi setiap kali seseorang berpelukan. Dengan begitu, orang lain juga bisa mencobanya. Agar lebih aman, penggunaan sarung tangan disposable juga disarankan.

Temuan itu pun ditinggalkan Anthony di kebun kakek-neneknya agar tujuh cucu dan tiga cicit mereka bisa bergantian memberikan pelukan hangat.

“Ketika kamu mengenal seseorang seumur hidupmu, dan dapat memeluknya kembali ... itu membuat orang menangis. Tetapi kami juga cikikikan karena ini terlihat sebagai ide yang tidak masuk akal dan gila," ungkap Anthony. 

"Kami juga tidak pernah menyentuh nenek sama sekali, aku percaya dengan social distancing dan tidak ingin membuat siapapun berisiko,” ujarnya pada Sky News. Dia pun berharap agar vaksin bisa segera ditemukan sehingga inovasi buatannya tidak harus digunakan dalam jangka waktu lama. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Kaum Muda Pelanggar Protokol Kesehatan Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Current Issues
WHO: 1 Dari  10 Orang Mungkin Sudah Tertular Covid-19

Current Issues
Mitos Soal Tes PCR Covid-19 Ini Harus Segera Kalian Lupakan