Sport

Mengenang Kobe Bryant dari Warisan Karya Sastranya di Granity Studio

Mainmain.id

Posted on May 17th 2020

Meninggalnya Kobe Bryant empat bulan silam memang masih menyisakan kesedihan mendalam bagi banyak orang. Sebab, Kobe Bryant memang tak sebatas atlet basket. Ia juga seorang penulis yang karya sastranya sama hebatnya dengan teknik bermain basketnya.

Essentially Sports bahkan menulis makna yang dalam terhadap Kobe dan karya sastranya. Menurut media itu, ketika Kobe memutuskan pensiun dari basket profesional, komunitas NBA kehilangan pemain hebat. Tapi di dunia lain, tepatnya di dunia sastra, figur baru datang. 

Yup, selepas pensiun Kobe memang seperti butuh medium untuk berekspresi. Dia kemudian mencoba untuk menulis. Kemampuan Kobe menulis konon sempat diragukan teman-temannya. Wajar, karena ketika kebintangannya di basket tenar, Kobe termasuk sosok pendiam, tak pernah mau bersuara keras agar kemampuannya diakui.

Tak banyak yang menyangka Kobe Bryant akhirnya bisa menulis untuk sebuah film 'Dear Basketball'. Film animasi pendek itu sendiri berkisah tentang surat yang ditulis Kobe tentang pengunduran dirinya dari basket. Film itu pun meraih Oscar untuk film pendek animasi terbaik 2018. 

Terlepas dari film itu, Kobe juga memiliki beberapa buku dengan namanya. Yang paling terkenal adalah 'The Mamba Mentality: How I Play'.

Pada akhir Maret lalu, akun Instagram Kobe Bryant mengunggah konten pertama sejak kematiannya. Konten itu sengaja diunggah oleh sang istri Vanessa Bryant. Vannesa juga memosting hal yang sama di akunnya. Postingan itu terkait promosi buku-buku dari seri yang dibuat suami tercintanya.

Hari ini (17/5/2020) Vanessa juga mengunggah gambar salah satu buku Kobe yang berjudul "Epoca: The Tree of Ecrof". "Always learning from the best," tulis Vanessa. Buku itu dibuat oleh Kobe, ditulis Ivy Claire, dan diterbitkan Granity Studio.

Sebelum meninggal, Kobe memang sempat membuat perusahaan bernama Granity Studio. Perusahaan itu berfokus di bidang multimedia, khususnya mengangkat tema soal cerita di balik olahraga.

Perusahaan itu bermitra dengan penulis, produser dan ilustrator pemenang sejumlah penghargaan untuk membangkitkan imajinasi atlet muda dan menumbuhkan perkembangan emosional serta mental yang memungkinkan mereka mencapai potensi penuhnya.

Salah satu karya perusahaan itu adalah buku seri Wizenard. Kobe sempat kolaborasi menulis bersama kenamaan Wisley King untuk buku Wizenard seri 'Training Camp'. Buku yang dirilis pada 2019 itu sempat menjadi New York Times Best Seller.

Nah, rupanya kini Vanessa Bryant tampaknya ingin meluangkan banyak waktunya bekerja dengan penulis untuk meneruskan warisan positif Kobe Bryant di Granity Studio itu. Mumpung hari ini Hari Buku Nasional, yuk banyak baca buku. Mumpung di rumah aja. Hunting buku-buku Kobe Bryant juga boleh.(*)

Related Articles
Sport
Vanessa Bryant: Hall of Fame Puncak Prestasi Kobe di NBA

Sport
Vanessa Bryant Akhirnya Angkat Bicara tentang Kematian Suaminya, Kobe Bryant

Sport
Vanessa Bryant Minta Kobe Menjaga Gigi di Surga