Interest

On This Date: 17 Mei, Selamat Hari Buku Nasional ke-18 Indonesia

Dwiwa

Posted on May 17th 2020

Sudah berapa buku yang kalian baca hari ini? Rasanya pertanyaan ini menjadi sangat relevan jika ditanyakan pada hari ini, 17 Mei. Sebab, sejak 2002, tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai Hari Buku Nasional.

Ide untuk membuat peringatan hari buku nasional ini pertama dicetuskan oleh Abdul Malik Fajar, Menteri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong. Gagasan itu muncul karena hingga tahun 2002 dunia literasi Indonesia dianggap memprihatinkan.

Kala itu, tingkat buta huruf di masyarakat Indonesia terbilang masih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia. Buku-buku yang beredar di masyarakat pun hanya sekitar 18 ribu judul per tahun. Ini tentu jauh jika dibandingkan dengan Jepang yang mampu menerbitkan 40 ribu judul buku pertahun.

Untuk menggugah minat baca masyarakat, menaikkan jumlah penerbitan hingga penjualan buku nasional, Hari Buku Nasional pun akhirnya ditetapkan. Tanggal 17 Mei dipilih karena di hari yang sama pada tahun 1980, gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia resmi berdiri.

Dengan demikian, peringatan ulang tahun Perpustakaan Nasional pun selalu berbarengan dengan perayaan Hari Buku Nasional. Dua hal yang memiliki ikatan erat dalam dunia literasi, dimana perpustakaan menjadi surga bagi para pecinta buku.

Budaya literasi di Indonesia sendiri terbilang cukup memprihatinkan. Dalam sebuah survey yang dirilis oleh Most Literate Nations pada Maret 2016 tentang pemeringkatan literasi internasional, Indonesia berada pada ranking 60 dari 61 negara yang disurvey.

Di dalam negeri, pada 2015, Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi)  melaporkan jika orang Indonesia rata-rata hanya membaca 2 buku saja pertahun. Bahkan berdasar Indeks Aktivitas Literasi Membaca 34 Provinsi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019, Indeks aktivitas literasi membaca (Alibaca) Nasional juga berada di level aktivitas literasi rendah.

Pemerintah sendiri telah mencoba mengatasi rendahnya literasi di Indonesia melalui Gerakan Literasi Nasional. Program ini agaknya cukup berhasil karena Perpustakaan Nasional pada tahun 2019 menyampaikan jika ada peningkatan terhadap minat baca pada 2018.

Nah, mumpung masih tanggal 17 Mei nih, yuk kita jadikan hari ini sebagai momentum untuk meningkatkan kegemaran membaca buku. Kan ada pepatah yang mengatakan jika buku adalah jendela dunia. (*)

Related Articles
Interest
Kenapa Kualitas Pendidikan Indonesia Berada di Peringkat 10 Besar Dari Bawah?

Interest
On This Date: 44 Tahun Berdirinya Apple Computer Inc

Interest
Novel Thriller 'Lockdown' yang Dulu Ditolak, Dirilis karena Mirip Pandemi Corona