Current Issues

Peneliti: Sel T Mungkin Bisa Membantu Pasien Covid-19 dan Melindungi Orang Sehat

Dwiwa

Posted on May 17th 2020

Sebuah penelitian menyebutkan jika orang-orang yang terinfeksi coronavirus membawa sel imun bernama Sel T yang dapat membantu tubuh melawan infeksi. Sel ini mungkin dapat membantu orang-orang sembuh dari Covid-19, tetapi bagaimana peran pastinya belum diketahui.

Dilansir dari ScienceNews, para peneliti menemukan sel T yang menargetkan SARS-Cov-2, virus penyebab Covid-19, di dalam darah orang-orang yang telah sembuh dari infeksi coronavirus. Selain itu, para peneliti juga melaporkan beberapa orang yang belum pernah terpapar virus ini juga memiliki sel T yang dapat mengenali virus.

Temuan ini menunjukkan jika infeksi coronavirus jenis lain yang sebelumnya pernah terjadi, seperti yang menyebabkan pilek, dapat memberikan tingkat perlindungan tertentu dalam melawan coronavirus jenis baru. Misalnya saja mencegah terjadinya keparahan.

Tetapi masih belum jelas apakah ini dapat melindungi orang dari infeksi SARS-Cov-2 untuk kedua kalinya. Dan seandainya bisa pun, tidak diketahui berapa lama perlindungan ini berlaku.

Sebagai bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh, Sel T dapat mengenali bagian virus. Ketika sel mengidentifikasi protein virus, sel T pembantu melepaskan sinyal kimia yang memicu bagian lain dari sistem imun untuk bekerja. Sel lain --yang disebut sel T pembunuh-- bakal memburu dan membunuh sel yang terinfeksi.

Penelitian ini sendiri dilakukan oleh para peneliti dengan cara memprediksi protein virus SARS-Cov-2 mana yang mungkin mewakili target terbaik untuk dikenali sebagai sel T. Kemudian bagian virus tersebut dicampur dengan ekstrak sel imun dari sampel darah milik 10 pasien Covid-19 yang sudah sembuh, dan 11 orang sehat.

Untuk diketahui, orang-orang sehat yang diambil sampel darahnya pada penelitian ini sudah terlibat penelitian lain dari 2015 hingga 2018 atau sebelum adanya pandemi. Dan hampir tidak mungkin mereka pernah terpapar coronavirus jenis baru ketika sampel darah diambil.

Hasilnya, sekitar 70 persen pasien Covid-19 memiliki sel T pembunuh dan semua membawa sel T pembantu. Sel imun mengenali berbagai protein dari coronavirus, termasuk yang membantu menyusup ke dalam sel atau melapisinya dengan bahan genetik.

Sementara itu separuh dari orang sehat juga memiliki sel T pembantu yang mengenali sedikit SARS-Cov-2 dan sekitar sepertiganya memiliki sel T pembunuh.

Semua orang ini memiliki hasil tes positif untuk antibodi yang terkait dengan dua coronavirus yang menyebabkan pilek. Ini artinya jika orang-orang tersebut pernah terinfeksi dengan virus tersebut.

“Menggoda untuk berspekulasi jika sel ini dapat membantu orang agar tidak terpapar oleh coronavirus jenis baru ini,” tulis para peneliti. Namun untuk bisa memastikannya, perlu dilakukan pengujian terhadap sel T sebelum dan sesudah seseorang terpapar SARS-Cov-2.(*)

Related Articles
Current Issues
Penelitian Sebut Kekebalan Covid-19 Menurun, Ilmuwan Bilang Tak Perlu Khawatir

Current Issues
Banyak yang Sembuh Lalu Positif Lagi, Bisakah Kita Tertular Covid-19 Dua Kali?

Current Issues
Mirip Generasi Pertama, Ilmuwan Temukan Jenis Sel Tubuh yang Rentan SARS-Cov-2